Rekan Bos Sabu 78,1 Kg ‘Bebas’ dari Hukuman Mati, Hukumannya Dikurangi Jadi 20 Tahun Penjara

Majelis hakim Mahkamah Agung (MA) mengabulkan pengajuan peninjauan kembali (PK) Samsul Bahri, terpidana kasus kepemilikan sabu-sabu seberat 78,1 kg.

Rekan Bos Sabu 78,1 Kg ‘Bebas’ dari Hukuman Mati, Hukumannya Dikurangi Jadi 20 Tahun Penjara
SERAMBINEWS.COM/ BUDI FATRIA
Hasan Basri, bos sabu-sabu seberat 78,1 kg keluar dari ruang sidang usai mengikuti sidang dengan agenda pembacaan putusan terhadap dirinya di Pengadilan Negeri Banda Aceh, Senin (21/12/2015). Hamdani divonis hukuman mati. 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Majelis hakim Mahkamah Agung (MA) mengabulkan pengajuan peninjauan kembali (PK) Samsul Bahri, terpidana kasus kepemilikan sabu-sabu seberat 78,1 kg.

Isi putusan PK, MA mengeluarkan putusan Nomor 166 PK/Pid.Sus/2016 tanggal 19 November 2018 yang mengurangi hukuman Samsul Bahri dari vonis mati menjadi 20 tahun penjara.

Hal itu disampaikan Kuasa Hukum Samsul Bahri, Zulfan Effendi SH kepada Serambinews.com, Senin (27/5/2019) di sela-sela mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh.

“Pertimbangannya (MA) karena Samsul Bahri sebagai perantara dari Usman alias Raoh yang kini masih DPO (daftar pencarian orang),” kata Zulfan Effendi kepada wartawan.

Zulfan mengungkapkan dalam pengajuan PK pihaknya tidak mengajukan nouvum (bukti baru), tapi mempertentangkan putusan majelis hakim karena adanya kekhilafan yang nyata dalam putusan yang diberikan terhadap kliennya.

Baca: Edar Sabu, Oknum Polisi Dipecat

Baca: 35 Kg Sabu dari Aceh Ditangkap

Baca: Saat Bang Thoyib Ambil Sabu yang Disembunyi Dalam Got, Begitu Lihat ke Atas Sudah Dikepung Polisi

“Kita tidak mengajukan nouvum baru. Kita mengajukan PK karena kita menilai ada kesilapan dari majelis hakim dalam mengambil keputusan terhadap terpidana baik di tingkat judex facsie (majelis hakim PN dan PT) dan judex yuris (majelis hakim MA),” ungkap Zulfan. 

Putusan ini menjadi kali keduanya MA membebaskan mafia sabu-sabu yang terlibat dalam kasus kepemilikan 78,1 kg barang haram tersebut dari jeratan hukuman mati setelah Abdullah yang disebut sebagai bos sabu-sabu.

Dalam kasus kepemilikan sabu-sabu seberat 78,1 kg melibatkan empat pelaku yaitu Abdullah bin Zakaria, Hamdani Razali alias HAM alias Dani bin Razali, Samsul Bahri alias Kombet, dan Hasan Basri bin Mabeni.

Mereka ditangkap secara terpisah oleh Tim Gabungan Badan Narkotik Nasional (BNN), Polres Aceh Timur, dan Brimob Subden 2 Aramiah pada Februari 2015. Mereka ditangkap karena terbukti memasok sabu-sabu ke Aceh dari Malaysia lewat laut.

Dari barang bukti yang disita, 40 kg sabu-sabu diketahui milik Abdullah dan 13,5 kg sabu-sabu milik Hamdani. Sedangkan Hasan Basri sebagai orang yang mengambil sabu-sabu di tengah laut, dan Samsul Bahri yang mengawasi sabu-sabu ketika tiba di darat.

Dalam proses hukum, pada Pengadilan Negeri Banda Aceh dan Pengadilan Tinggi Banda Aceh, keempat pelaku dihukum mati.

Tapi, hasil berbeda ketika mereka mengajukan kasasi ke MA. Dari empat terdakwa, hanya Abdullah yang dikurangi hukuman oleh majelis hakim MA dari hukuman mati menjadi 20 tahun penjara.

Tidak terima dengan putusan hakim MA, tiga rekan Abdullah juga mencari keringanan hukuman melalui jalur PK. Pengajuan PK dari Hasan Basri dikabulkan oleh hakim MA.

Saat ini, giliran Hasan Basri dan Hamdani yang mencari keringanan hukuman dan kini masih dalam proses pengajuan PK. (*)

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved