Kisah Pengungsi Rohingya Ditipu Penyelundup, Bayar Rp 7,5 Juta Malah Terdampar di Pulau Terpencil

Selama tiga hari dan dua malam, mereka percaya berada di kapal menuju Malaysia, di mana mereka akan mendapatkan pekerjaan dan kehidupan baru.

Kisah Pengungsi Rohingya Ditipu Penyelundup, Bayar Rp 7,5 Juta Malah Terdampar di Pulau Terpencil
AFP/Googlemaps
Ilustrasi pengungsi Rohingya dan peta jarak dari Cox,s Bazar ke Saint Martins Island. 

Mohammad Amin yang berusia sembilan belas tahun adalah salah satu dari 54 pengungsi Rohingya yang masing-masing membayar 45.000 taka Bangladesh ($ 532 atau Rp 7,5 juta) kepada penyelundup lokal untuk pergi ke Malaysia awal bulan ini.

Selama tiga hari dan dua malam, mereka percaya mereka berada di kapal menuju Malaysia, di mana mereka akan mendapatkan pekerjaan dan kehidupan baru.

Tapi, alih-alih sampai ke negeri tujuan, orang-orang Rohingya ini malah terdampar di Narikel Jinjira (Saint Martins Island) atau Pulau Kelapa, sebuah pulau karang terpencil di Bangladesh.

Sama seperti kisah orang-orang Aceh, ke-32 laki-laki dan 22 perempuan Rohingnya ini, juga harus membayar uang tambahan sebesar 500 taka ($ 6 atau Rp 90 ribu) per orang, untuk pedagang yang akan membawa mereka kembali ke kamp sementara di Cox Bazar.

Penelusuran Serambinews.com, jarak dari Cox’s Bazar ke Saint Martins Island adalah 96,6 kilometer, atau kira-kira setara jarak perjalanan darat dari Banda Aceh ke Padang Tiji, Pidie.

Baca: VIDEO - Kondisi Terkini Pengungsi Muslim Etnis Rohingya di SKB Bireuen

Peta jarak dari Cox's Bazar ke Saint Martins Island.
Peta jarak dari Cox's Bazar ke Saint Martins Island. (Google Maps)

Untuk pelayaran normal (20 km per jam), dari Cox’s Bazar ke Pulau Narikel Jinjira ini dapat ditempuh dalam waktu sekitar 5 jam.

Sementara jarak dari Cox's Bazar ke Malaysia, dengan perjalanan laut sekitar 2000 kilometer.

Dilansir dari Wikipedia.org, Pulau St. Martin yang luasnya hanya 8 kilometer persegi dulunya milik Myanmar (Burma).

Setelah India dan Myanmar (Burma) merdeka dari Inggris, pulau itu dianeksasi ke India.

Pemukiman pertama dimulai 250 tahun dan oleh pelaut Arab menamakannya sebagai pulau 'Jazeera'.

Halaman
1234
Penulis: Zainal Arifin M Nur
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved