Polisi Ringkus Pria Bersorban yang Ancam Bunuh Jokowi dan Wiranto, Sebelumnya Ternyata Salah Tangkap
POLISI menangkap Muhammad Fahri, pria yang mengancam membunuh Presiden Jokowi, melalui video yang viral di media sosial beberapa waktu lalu.
Ia menuturkan dirinya bukanlah sosok yang diinterograsi oleh kepolisian.
Yazhid mangaku bahwa dirinya sedang diperiksa untuk mengklarifikasi kebutuhan forensik.
"Adapun mengenai foto maupun video yang tersebar baik melalui akun-akun media sosial seperti Instagram, Twitter, dan lain-lain, bukanlah video interogasi maupun tekanan di kepolisian, melainkan potongan video klarifikasi untuk kebutuhan forensik wajah dan forensik suara," ujarnya.
Selain memberikan bantahan, ia juga menyebutkan beberapa nama akun media sosial yang menyebarkan dirinya menjadi pelaku.
Dituduh Ancam Jokowi dan Wiranto, Pria Ini Minta Pertanggungjawaban (Capture Instagram Teuku Yazhid)
Ia meminta agar akun-akun tersebut meminta maa.
Diakuinya Yazhid ia mendapat banyak tuduhan dan komentar negatif.
"Dengan penuh harapan itikad baik, saya menunggu permohonan maaf dari akun-akun media sosial tersebut atau klarifikasinya karena sangat tidak pantas, mengingat banyak pihak atau netizen yang menuduh atau menyimpulkan hal-hal yang negatif terhadap diri saya, dan mengingat telah tersebarnya identitas dan riwayat saya," ucap Yazhid.
Ia juga mengatakan akan mempertimbangkan akun yang tidak meminta maaf.
Diketahui, pria bersorban hijau dibekuk polisi lantaran pria sorban hijau ancam bunuh Presiden Joko Widodo alias Jokowi.
Video tersebut beredar viral di media sosial beberapa hari yang lalu.
Dalam video tersebut, ada dua pria yang mengancam akan membunuh Jokowi.
"Rezim biadab!," ucap pria berserban.
"Rezim biadab, lihat nanti umat Islam," timpal temannya yang berpeci hitam.
Kedua pria itu tampak sedang berjalan kaki.
Pelaku berserban hijau kemudian kembali berucap dan mengancam Jokowi.