Sebut Masjid Illuminati, Ustaz Rahmat Baequni Jadi Tersangka Ujaran Kebencian, Ini Reaksi Kang Emil

Ridwan Kamil mengatakan, Rahmat Baequni tinggal menjelaskan ujaran yang dipermasalahkannya kepada kepolisian

Sebut Masjid Illuminati, Ustaz Rahmat Baequni Jadi Tersangka Ujaran Kebencian, Ini Reaksi Kang Emil
Foto: Instagram/@ustadzrahmatbaequni
Ustaz Rahmat Baequni. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhammad Syarif Abdussalam

SERAMBINEWS.COM, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil atau Kang Emil menyerahkan kasus yang menimpa Rahmat Baequni kepada aparat penegak hukum.

Sebelumnya Rahmat Baequni ditetapkan sebagai tersangka kasus ujaran kebencian dan fitnah oleh Polda Jabar.

"Saya kira kita serahkan pada aturan hukum ya. Saya tidak bisa menafsir terlalu jauh. Masing-masing punya cara pandang, tapi di setiap yang kita lakukan harus kita pertanggung-jawabkan," kata gubernur yang akrab disapa Emil ini di Gedung Sate, Senin (24/6/2019).

Ridwan Kamil mengatakan, Rahmat Baequni tinggal menjelaskan ujaran yang dipermasalahkannya kepada kepolisian dan mengikuti proses hukum yang tengah dijalaninya.

"Tinggal dijelaskan di hadapan hukum yang dimaksud seperti apa dan biarkan juga hukum yang menjadi referensi dalam menyelesaikan. Saya kira itu," kata Ridwan Kamil.

Ustaz Rahmat Baequni di Mapolda Jabar, Jumat (21/6/2019). (mega nugraha/tribun jabar)

Sebelumnya, Penyidik Ditreskrimsus Polda Jabar resmi menetapkan Rahmat Baequni sebagai tersangka kasus ujaran kebencian dan fitnah atas ceramah yang ia sampaikan mengenai meninggalnya ratusan anggota KPPS pada Pemilu 2019.

"Yang bersangkutan ditetapkan tersangka Pasal 14 ayat 1 dan atau Pasal 15 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Pemberlakuan Hukum Pidana dan atau Pasal 207 KUH Pidana, Pasal 45 ayat 2 dan 28 Undang-undang ITE" ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, di Mapolda Jabar, Jumat (21/6/2019).

Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan bahwa proses hukum terhadap Rahmat Baequni berdasarkan laporan polisi nomor LPA/591/VI/2019 pada 17 Juni. Dalam laporan polisi, ia dilaporkan atas dua video. Video pertama diunggah akun twitter @CH_chotimah berdurasi 2 menit 20 detik.

Halaman
1234
Editor: Amirullah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved