6 Fakta Penangkapan Kelompok Teroris JI, Punya Bisnis Sawit hingga Petingginya Digaji Rp 15 Juta

Densus 88 Antiteror Polri kembali melakukan tindakan pencegahan atau preventive strike terhadap sejumlah terduga teroris.

Editor: Faisal Zamzami
KOMPAS.com/DEVINA HALIM
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo (kanan) di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (1/7/2019).(KOMPAS.com/DEVINA HALIM) 

Menurut polisi, kelompok yang dipimpin PW tersebut belum terdeteksi akan melakukan serangan.

Akan tetapi, polisi menyebut bahwa kelompok ini sedang fokus dalam menjaring rekrutmen.

"Jadi untuk membangun kekuatan tentu jangka pendeknya dia melakukan rekrutmen sebanyak mungkin," ujar Dedi.

Menurut dia, kelompok ini mengasah kemampuan rekrutmen dengan mengirim mereka mengikuti latihan militer di Suriah.

3. Enam gelombang ke Suriah

Polisi mengatakan bahwa kelompok itu telah beberapa kali mengirim anggotanya untuk mengikuti pelatihan militer di Suriah.

"Yang bersangkutan sepanjang 2013 dan 2018 sudah mengirim orang-orang yang berhasil direkrut untuk mengikuti program latihan ataupun langsung praktik di Suriah.

"Sudah ada enam gelombang yang diberangkatkan," ujar Dedi.

Berdasarkan penyidikan, orang-orang rekrutan PW mempunyai kemampuan di bidang intelijen, militer, perakitan bahan peledak, mengoperasionalkan roket, hingga penembak jitu alias sniper.

4. Bisnis perkebunan sawit

Selain melalui rekrutmen, kelompok yang dipimpin PW juga mengembangkan kekuatan organisasi dari segi ekonomi.

Berdasarkan keterangan polisi, kelompok tersebut memiliki perkebunan sawit sebagai sumber dana.

"Ini sedang dikembangkan, tahapan pembangunan kekuatan ini tentu harus didukung oleh kemampuan ekonomi".

"Mereka sedang mengembangkan basic economy mereka itu dengan beberapa usaha yang mereka bangun yaitu usaha kebun," tutur Dedi.

Hasil dari perkebunan sawit tersebut digunakan untuk membiayai kebutuhan operasional organisasi dan mengirim rekrutmen mereka mengikuti latihan militer di Suriah.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved