PDA Tolak ‘Hadang’ Nova

Partai Daerah Aceh (PDA) akhirnya memberikan penjelasan kenapa partai tersebut tidak bergabung dalam Koalisi

Editor: bakri
Pengurus Partai Damai Aceh (PDA) mengikuti rapat kerja pimpinan (Rakerpim) ke III di Aula Badan Kesbangpol dan Linmas Aceh, Sabtu (16/1/2016). SERAMBI/MASRIZAL 

Taufik A Rahim menambahkan apabila KAB II itu untuk memperkuat posisi para politisi tersebut, maka akan ada masyarakat yang membantahnya. Ia kembali mempertanyakan koalisi ini untuk kepentingan siapa. “Apalagi sekarang ini PNA seolah-olah ditinggalkan oleh Plt Gubernur Aceh. Maka mereka mencari kekuatan baru dan ditangkap oleh PA. PA punya kepentingan dengan PNA, dan PNA punya kepentingan dengan PA, serta beberapa partai lain yang juga punya kepentingan politik,” sebutnya.

Terlebih Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah juga punya partai politik nasional, dan seolah-olah hari ini Demokrat bermain sendiri. “Pak Nova menggunakan Demokrat sebagai partainya, dan mereka juga acuannya ke nasional. Sebagian orang PNA juga saya dengar sudah mulai digeser-geser. Jadi Pak Nova kadang-kadang juga mengambil kebijakan sendiri tanpa diketahui oleh partai pendukungnya, ini kan jadi masalah,” paparnya.

Ia menilai, dengan kondisi hari ini, harmonisasi antara eksekutif dan legislatif ke depan akan terganggu lagi yang akan berefek terhadap penggunaan anggaran belanja Aceh menjadi lambat, dan dikhawatirkan akan kembali terjadi Silpa atau Sisa Lebih Penggunaan Anggaran.(mas/una)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved