Darwati A Gani: Pelaku Pelecehan Seksual tak Cukup Dicambuk 90 Kali

Kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum pimpinan pesantren modern di Kota Lhokseumawe baru-baru ini, membuat Darwati A Gani, prihatin.

Darwati A Gani: Pelaku Pelecehan Seksual tak Cukup Dicambuk 90 Kali
SERAMBINEWS.COM/M ANSHAR
Darwati A Gani, istri gubernur non-aktif Aceh, Irwandi Yusuf 

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum pimpinan pesantren modern di Kota Lhokseumawe baru-baru ini, membuat Darwati A Gani, tokoh perempuan di Aceh, berang dan prihatin.

Darwati yang juga fokus terhadap isu perlindungan anak dan perempuan di Aceh angkat bicara terkait kasus tersebut. Melalui akun Instagramnya, @darwati_agani, meminta pihak aparat kepolisian untuk menjatuhkan hukuman kepada pelaku secara berlapis.

"Dari hari ke hari, kasus kekerasan seksual terhadap anak semakin tinggi. Kita dikejutkan lagi dengan kasus di Lhokseumawe, kami meminta aparat penegak hukum agar pelakunya dijatuhi hukuman berlapis," tulis Darwati A Gani dalam postingannya di akun Instagram @darwati_agani, Sabtu (13/7/2019).

Selanjutanya, kepada Serambinews.com, istri Irwandi Yusuf ini mengatakan, pelaku kasus bejat itu tidak cukup hanya dengan ancaman hukuman sesuai syaraiat Islam, yakni 90 kali cambuk di muka umum.

Namun, pelaku, kata Darwati, harus diancam dengan Undang-undang Perlindungan Anak Tahun 2014 Pasal 81.

"Tidak cukup dengan ancaman hukuman 90 kali cambuk, tetapi juga dengan Undang-undang Perlindungan Anak Tahun 2014 Pasal 81, yaitu dengan pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun dan dengan paling banyak Rp 5 miliar," kata Darwati.

Baca: Darwati: Sulit untuk Adil

Baca: Begini Komentar Darwati A Gani, Istri Irwandi Yusuf Soal Aceh akan Legalkan Poligami

Baca: Ekses Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis, Pesantren An Dibekukan, Pelaku Terancam Cambuk 90 Kali

Tujuannya, kata Darwati, agar ada efek jera, sehingga ia berharap, ke depan, tidak ada lagi korban-korban anak selanjutnya.

Ibu lima anak ini juga meminta, pihak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh (DP3A) agar melakukan koordinasi dan advokasi dengan pihak terkait, agar kasus ini berjalan sebagaimana yang diharapkan sesuai aturan dan perundang-undangan.

"Tentu kita semua berharap hukuman terberat bagi si pelaku, tapi tentu ini semua harus sesuai denan aturan yang ada," katanya.

Kepada Serambi, darwati juga mengaku, dirinya juga telah berkoordinasi dengan pihak DP3A untuk memastikan mereka selalu memantau perkembangan kasus ini.

"Insya Allah kami juga akan ke sana (Lhokseumawe) untuk advokasi korban dan pertemuan dengan orang tua mereka. Tentu, kita harus juga memberi dukungan kepada korban dan keluarga," pungkas Darwati A Gani yang juga caleg DPRA terpilih dari PNA pada Pemilu 2019. (*)

Penulis: Subur Dani
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved