Ini Dampak Negatif Game PUBG bagi Perkembangan Anak

The Player Unknown's Battlegrounds (PUBG) merupakan game yang mengandung unsur kekerasan yang sangat tinggi.

Ini Dampak Negatif Game PUBG bagi Perkembangan Anak
SERAMBINEWS.COM/YULHAM
WARGA mengikuti kompetisi game Player Unknown’s Battle Grounds (PUBG) di salah satu kafe di Meulaboh, Aceh Barat, Sabtu (22/6/2019). Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh pada sidang III tanggal 17-19 Juni 2019 telah memfatwakan bahwa permainan game PUBG dan sejenisnya haram hukumnya di Aceh. 

Laporan Mawaddatul Husna | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - The Player Unknown's Battlegrounds (PUBG) merupakan game yang mengandung unsur kekerasan yang sangat tinggi.

Pemain dituntut untuk lebih banyak mengalahkan lawan dengan berbagai cara pembunuhan.

Berbagai strategi dan tujuan dari game ini hanya satu yaitu menghabisi sebanyak mungkin lawan agar bisa menang.

Menanggapi maraknya game online ini dikalangan masyarakat, Psikolog, Jasmadi SPsi MA memaparkan dampak permainan game PUBG terhadap perkembangan psikologis anak dan remaja.

Beberapa dampaknya yaitu kecanduan. Bermain game dijadikan sebagai salah satu masalah kesehatan di dunia oleh WHO, dan memasukkannya sebagai salah satu kategori penyakit paling umum yang terjadi di dunia.

"Gangguan permainan ini juga didefinisikan sebagai perilaku yang tidak terkontrol, dimana seorang pemain tidak dapat berhenti bermain game. Meskipun itu berdampak negatif terhadap kehidupan dan kesehatan mereka," kata Jasmadi saat menjadi pemateri dalam lokakarya ulama umara bidang muamalah MPU Aceh dengan tema "Peran Ulama dan Umara untuk Menegakkan Syariat Islam dalam Rangka Memusnahkan Permainan Game PUBG dan Sejenisnya di Aceh".

Baca: Dukung Fatwa MPU Aceh Haram Game PUBG, Ini Harapan Kobar GB Aceh Barat

Baca: Game PUBG Dinilai Racuni Kawula Muda, Dewan Pidie Minta Pemkab Sosialisasi Fatwa MPU

Baca: Fatwa Haram Game PUBG

Kegiatan yang diadakan selama dua hari ini (16-17 Juli 2019) berlangsung di Aula MPU Aceh, Lampeunerut, Aceh Besar, Selasa (16/7/2019).

Dampak negatif lainnya, papar Jasmadi adalah meningkatkan agresifitas pada anak, karena permainan game ini mengandung kekerasan pada level tinggi.

Selanjutnya dapat merubah pola pikir, sikap dan perilaku. Hal itu sangat mungkin terjadi karena kondisi emosi dan kepribadian anak dan remaja yang masih labil.

"Kecanduan bermain PUBG secara terus menerus juga bisa membuat anak-anak lupa waktu. Rasa ingin bermain kembali ketika kalah sebagai bentuk balas dendam untuk meraih kemenangan, kerap menjadi alasan untuk mengesampingkan waktu tidur," sebut Jasmadi yang juga Dosen Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh.

Dampak lainnya dapat menurunkan kesehatan, sebab penggunaan gadget yang berlebihan menyebabkan kerusakan pada mata, kelelahan pada tangan, dan anggota tubuh lain, bahkan obesitas karena kurang gerak.

"Kelelahan terus menerus akibat fokus game online, serta obesitas dapat menyebabkan penyakit lain yang berujung ke kematian," kata Jasmadi. (*)

Penulis: Mawaddatul Husna
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved