Kupi Beungoh

Catatan dari Malaysia, Koperasi Masa, Datuk Mansyur, Hingga Kisah Tiga Diaspora Aceh Beda Generasi

Koperasi Masa KL Berhad ini digadang-gadang akan menjadi payung bagi kedai runcit Aceh yang telah tersebar hingga pelosok negeri itu.

Catatan dari Malaysia, Koperasi Masa, Datuk Mansyur, Hingga Kisah Tiga Diaspora Aceh Beda Generasi
For Serambinews.com
Penulis, Asrizal H Asnawi (dua dari kiri) bersama dua rekan dari Aceh, Muhammad Daud dan Munawar AR (tida dan empat dari kiri), bertemu tiga diaspora Aceh beda generasi di Malaysia yaitu, MD Jamin Bin Yusoff (kiri), Tgk Fathurrachman (kanan), dan Jafar Insya Reubee (dua dari kanan), di Gombak, Kuala Lumpur, Sabtu 6 Juli 2019. 

Catatan dari Malaysia, Koperasi Masa, Datuk Mansyur, Tan Sri Sanusi Junid, Tan Sri Hanafiah, Hingga Kisah Tiga Diaspora Aceh Beda Generasi

Oleh Asrizal H Asnawi*)

Ada pengalaman menarik dalam lawatan saya bersama tiga rekan dari Aceh (Muhammad Daud, Zainal Arifin, dan Munawar AR) ke Malaysia, beberapa hari lalu (6-9 Juli 2019).

Berbeda dengan kunjungan-kunjungan sebelumnya, kali ini kedatangan saya (selaku anggota DPR Aceh) ke Malaysia, khusus untuk bertemu dengan para pedagang Aceh yang sedang merintis upaya mendirikan badan hukum atau koperasi yang diberi nama Koperasi Masa Kuala Lumpur Berhad.

Informasi yang saya peroleh, Masa adalah singkatan dari Malaysia Aceh Solidaritas Agama.

Koperasi ini digadang-gadang akan menjadi payung bagi kedai runcit Aceh yang telah tersebar hingga pelosok negeri itu.

Seperti diberitakan Serambi Indonesia, pendirian koperasi ini telah disetujui oleh Suruhanjaya (Komisi) Koperasi Malaysia.

Baca: Dewan Koperasi Malaysia Setujui Pendirian Koperasi Melayu Aceh, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi

Baca: Tak Sebatas Kedai Runcit, Koperasi Melayu Aceh di Malaysia Boleh Dirikan Pasaraya dan Restoran

Wujud nyata dari langkah awal pendirian koperasi ini telah dimulai dengan peresmian kerja sama antara Kerajaan Malaysia dengan pedagang Aceh, oleh Menteri Pertanian dan Industri Asas Tani Malaysia, Dato’ Salahuddin bin Ayub bersama mantan Ketua Dewan Penasihat Pemerintah Malaysia, Tun Daim Zainuddin, di Paya Jeras Hilir, Sungai Buloh, Selangor, Minggu (30/6/2019).

Kerja sama ini mencakup distribusi ikan dan sembako murah melalui jaringan kedai runcit Aceh kepada penduduk Malaysia.

Tujuan utama dari kerja sama ini adalah untuk memperpendek rentang distribusi ikan dan sembako alias menghapus peran perantara, sehingga ikan yang dijual kepada penduduk lebih segar dengan harga yang lebih murah dari sebelumnya.

Baca: Menteri Pertanian Malaysia Resmikan Kerja Sama Bisnis dengan Pedagang Aceh

Baca: VIDEO - Menteri Pertanian Malaysia Resmikan Kerja Sama Bisnis dengan Pedagang Aceh

Halaman
1234
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved