Kamis, 14 Mei 2026

Sejarah

Aceh Miliki 200 Jenis Permainan Tradisional, Sebagian Terancam Punah

Dalam buku ensiklopedi permainan tradisional Aceh yang dikeluarkan sekitar tahun 90-an dijelaskan permainan trasional Aceh itu bisa mencapai 200 macam

Tayang:
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Safriadi Syahbuddin
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NASIR
Anak-anak bermain "Tarek Situek", salah satu permainan tradisional Aceh, di Lapangan Blangpadang, Banda Aceh. 

Aceh Miliki 200 Jenis Permainan Tradisional, Sebagian Terancam Punah

Laporan Muhammad Nasir | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Berdasarkan buku catatan sejarah, ternyata Aceh memiliki hampir 200-an jenis permainan tradisional.

Tapi saat ini sebagian permainan itu nyaris punah karena tidak pernah dimainkan lagi.

Hal itu disampaikan Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Aceh, Irini Dewi Yanti dalam talkshow cakrawala di Radio Serambi FM, Senin (29/7/2019).

Talkshow itu membahas salam Serambi Indonesia yang bertema “Galakkan kembali permainan tradisional”.

Talkshow itu juga menghadirkan narasumber internal Serambi, Yarmen Dinamika dan dipandu oleh host, Tia Andalusia.

Irini Dewi Yanti mengatakan, dalam buku ensiklopedi permainan tradisional Aceh yang dikeluarkan sekitar tahun 90-an dijelaskan bahwa permainan trasional Aceh itu bisa mencapai 200 macam.

Namun saat ini sudah tidak ada permainan tradisional Aceh yang sebanyak itu, hanya tersisa beberapa saja yang masih sering dimainkan.

Baca: Ratusan Anak Ikut Lomba Permainan Tradisional, Tarek Situek hingga Engklek

Baca: VIDEO - Ratusan Anak Diajak Kembali ke Permainan Tradisional

Baca: Mama-Papa, Jauhi Anak dari Gadget, Bahayanya Empat Kali Lebih Berat Dibandingkan Ketagihan Narkoba

Penyebabnya, karena oleh orang tau dahulu tidak diturunkan lagi kepada generasi selanjutnya.

Sehingga tidak ada lagi yang mengingat mengenai pedoman dan tata cara permainan tersebut.

“Banyak permainan trasional yang sudah tidak dikenal, banyak orang tua tidak ingat lagi, karena tidak lagi turun temurun cara mainnya,” ujar Rini.

Menurutnya, buku yang menjelaskan tentang permainan tradisional itu juga sudah tidak dimiliki oleh BPNB setelah tsunami meluluhlantahkan kantor mereka di Kampung Mulia, Banda Aceh.

Terakhir, kata Rini, ia sempat membaca buka tersebut di Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI, Jakarta.

Menurutnya, pelestarian permainan tradisional harus segera dilakukan, baik olehs ekolah maupun kabupaten/kota.

Apalagi, saat ini sudah ada UU pemajuan kebudayaan, salah satunya diatur tentang keharusan memajukan permainan tradisional.

“Saat ini anak-anak sudah dekat dengan gadget dan permainan game online, maka sekarang harus kita ajak lagi mereka untuk bermain ke permainan tradisional,” ujar Rini.

Baca: Kisah PMTOH, Bus Aceh Pertama yang Trayeknya Tembus ke Pulau Jawa (Bagian 1)

Baca: Kisah PMTOH, Bus Asal Aceh yang Sering Dikenal dengan Sebutan Pak Minta Tolong Ongkos Habis (2)

Baca: Kisah PMTOH, dari Perusahaan Bus Aceh Melahirkan Seniman Tutur Tgk Adnan PMTOH dan Agus PMTOH (3)

Ia berharap kabupaten/kota dan provinsi agar rutin menggelar festival atau ajang yang menampilkan permainan tradisional.

Pada Sabtu (27/7/2019) lalu, BPNB Aceh menggelar Festival Permainan Tradisional Anak (FPTA) se-Kota Banda Aceh di Lapangan Blangpadang, Banda Aceh.

Ratusan anak, yang merupakan pelajar dari Banda Aceh diajak kembali bermain permainan tradisional. Lomba yang diikuti 560 pelajar se-Banda Aceh itu berlangsung meriah.

Beberapa permainan tradisional yang dimainkan yaitu Tarek Situek Massal, Geunteut (Engrang), Ingke (Engklek), Galah (Hadang), Tarek Talo (Tarik Tambang) dan Catoe Rimueng (Catur Aceh).

Selain itu, di lokasi yang sama juga diadakan workshop Geulayang (Layangan), Gaseng (gasing), dan Seurembang (keong).(*)

Baca: Begini Kronologi Pria Muda Rudapaksa Nenek 74 Tahun di Aceh Utara, Diawali Pijit Lalu Masuk Kamar

Baca: Viral Video Pria Mati Hidup Lagi Saat Dibawa Ambulans, Kabarnya Kini Diperiksa Polisi

Baca: Terbongkar Cinta Terlarang Kakak-Adik hingga Punya 2 Anak, Seluruh Keluarganya Diusir dari Desa

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved