Darmili Diantar Istri ke Rutan Banda Aceh, Menangis Haru Jelang Berpisah

Ia ditahan setelah 18 Maret 2016 ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi di Perusahaan Daerah

Darmili Diantar Istri ke Rutan Banda Aceh, Menangis Haru Jelang Berpisah
SERAMBINEWS.COM/BUDI FATRIA
Mantan bupati Simeulue, Darmili ditahan oleh penyidik Kejati Aceh, Senin (29/7/2019). Dia ditahan dalam kasus dugaan korupsi pada Perusahaan Daerah Kabupaten Simeulue (PDKS) tahun 2002-2012 dengan indikasi kerugian Negara Rp 5 miliar. 

BANDA ACEH - Mantan bupati Simeulue, Drs Darmili resmi ditahan penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh, Senin (29/7) siang. Ia ditahan setelah 18 Maret 2016 ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi di Perusahaan Daerah Kabupaten Simeulue (PDKS) tahun 2002-2012 dengan indikasi kerugian negara Rp 5 miliar.

Saat dititip pihak kejaksaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Banda Aceh yang berada di Gampong Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar kemarin Darmili diantar oleh istrinya, Hj Afridawati yang tak lain adalah Wakil Bupati Simeulue.

Tak ada persiapan khusus dari Afridawati saat mengantar sang suami ke rutan. Afridawati hanya membeli nasi khusus--seperti bubur--sebagai bekal makan malam suaminya dan membawa beberapa potong pakaian.

“Ada nasi khusus yang dibelikan untuk Pak Darmili, bentuknya seperti bubur. Beliau tidak bisa makan sembarangan karena sedang sakit darah tinggi dan diabetes,” kata kuasa hukum Darmili, Muzakir AR SH yang dihubungi Serambi kemarin sore.

Dalam rombongan pengantar ikut juga menantu pria dan ajudan Afridawati. “Saya langsung yang menerima Pak Darmili saat petugas dari Kejati menyerahkannya untuk dititip di Rutan Banda Aceh,” kata Kepala Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Banda Aceh, Yusaini MM menjawab Serambi keamrin sore.

Menurut Yusaini, Darmili tiba di rutan sekitar pukul 14.00 WIB. Pakaian yang dikenakannya kemeja lengan panjang dan berpeci hitam. Istrinya tak kuasa menahan air mata saat hendak berpisah dengan Darmili di ruang layanan kunjungan rutan. Kurang lebih 75 menit pertemuan yang mengharu biru itu berlangsung, barulah Afridawati pamit dan Darmili dimasukkan ke sebuh sel di blok C rutan. Sel itu dulunya pernah ditempati Akmal Ibrahim SH, tersangka kasus korupsi pengadaan lahan untuk pembangunan pabrik kelapa sawit di Aceh Barat Daya, tapi akhirnya ia divonis bebas.

Sejak tadi malam Darmili mulai merasakan dinginnya sel yang letaknya tak jauh di Masjid Rutan Banda Aceh itu.

Muzakir menyatakan tidak menyangka penyidik menahan kliennya, sehingga Auditor BPKP Perwakilan Aceh tahun 1985-2000 itu tidak ada persiapan apa pun saat diantar ke rutan.

Sedangkan penyidik melakukan penahanan setelah menerima surat izin tertulis dari Gubernur Aceh beberapa waktu lalu. Izin penahanan itu diperlukan karena Darmili saat ini masih menjabat Anggota DPRK Simeulue dari Partai Golkar.

Kasus yang menyeretnya ke ranah pidana terkait dugaan korupsi pada PDKS tahun 2002-2012 dengan indikasi kerugian negara Rp 5 miliar berdasarkan hasil audit internal penyidik dari total penyertaan modal untuk perusahaan itu Rp 227 miliar dari APBK Simeulue.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved