Jika Bersalah Parpol Pendukung tak Bela Erli, Soal Video Viral Bupati Simeulue

Sejumlah pimpinan partai politik (parpol) pendukung Bupati Simeulue Erli Hasyim, angkat bicara terkait viralnya video pribadi

Jika Bersalah Parpol Pendukung tak Bela Erli, Soal Video Viral Bupati Simeulue
SERAMBI/SARI MULIYASNO
Massa yang menamakan diri sebagai Aliansi Gerakan Masyarakat Antipejabat Amoral (Gempar) menggelar aksi unjuk rasa damai ke Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Simeulue, Senin (29/7). 

Sinabang - Sejumlah pimpinan partai politik (parpol) pendukung Bupati Simeulue Erli Hasyim, angkat bicara terkait viralnya video pribadi Bupati hingga menyulut aksi damai di Gedung DPRK Simeulue beberapa waktu lalu, yang meminta agar Erli dimakzulkan. Parpol tersebut adalah Partai Gerindra, Hanura, Partai Aceh, dan PBB. Mereka umumnya menyatakan tak akan membela Bupati Erli jika nanti ia diputuskan bersalah.

Pimpinan parpol yang dimintai tanggapannya, Rabu (31/7), menyebutkan, terkait gejolak yang terjadi di wilayah kepulauan itu setelah beredarnya video pribadi Bupati, pihak partai pendukung menyerahkan semua proses yang sedang berjalan agar dapat dilakukan secara transparan.

“Kalau salah ya tetap salah. Kami tak mungkin membela jika nanti Bupati diputuskan bersalah. Tapi, jika tidak benar maka secepatnya nama baik Bupati harus dipulihkan,” ujar Ketua Partai Hanura di Simeulue, Mohd Azis. Untuk tim, kepada tim panitia khusus (Pansus) DPRK Simeulue yang sedang menindaklanjuti masalah itu, ia berharap bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan tidak memihak.

Ketua DPC Partai Gerindra, Amsarudin, juga menyatakan partainya mendukung tindak lanjut terhadap masalah video yang sudah viral di masyarakat Simeulue itu. Namun, bila tidak benar Partai Gerindra Simeulue siap membela Bupati yang didukungnya saat pilkada tahun 2017 lalu itu.

“Menuntaskan masalah ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Gerindra mendukung tuntutan unjuk rasa. Kalau nanti hal itu tidak benar, maka Gerindra akan membela Bupati,” pungkas Amsarudin, saat ditemui di gedung dewan setempat, kemarin.

Hal senada juga disampaikan Sekjen DPW PA Simeulue, Syamrul Amin. Menurut Syamrul, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada pihak terkait dan berwenang untuk menindaklanjuti apakah kasus yang sedang viral itu benar atau salah. Ia meminta semua pihak tak langsung memvonis Bupati Simeulue bersalah. “Sikap partai, kalau salah (Bupati) ya tetap salah. Tapi, jangan langsung kita vonis tanpa melalu proses lebih dulu,” tandas Syamrul Amin.(sm)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved