BPMA Sebut Semburan Gas di Aceh Timur Tak Berbahaya, Larang Warga ke Lokasi, Ini Biaya Penutupannya

Namun kita sudah mengimbau warga agar tidak mendekati semburan gas, dan tidak membawa benda yang berpotensi memicu kebakaran

BPMA Sebut Semburan Gas di Aceh Timur Tak Berbahaya, Larang Warga ke Lokasi, Ini Biaya Penutupannya
FOR SERAMBINEWS.COM
Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) dan tim teknis mensurvei tekanan dan kandungan gas yang menyembur dari sumur bekas milik PT Asamera dalam areal perkebunan sawit milik PT PPP di Gampong Seuneubok Lapang, Kecamatan Peureulak Timur, Aceh Timur, Jumat (2/8/2019) 

"Namun kita sudah mengimbau warga agar tidak mendekati semburan gas, dan tidak membawa benda yang berpotensi memicu kebakaran. Potensi kebakarannya kecil,"

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Humas Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) Aceh, Akhyar mengatakan saat ini pihaknya sedang koordinasi dengan Pemkab Aceh Timur, dan Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Aceh, untuk penanganan lanjutan terhadap semburan gas di Aceh Timur.

"Survei kita Jumat kemarin (BPMA dan tim teknis Medco) untuk melihat kandungan gas. Tapi setelah kita ukur tidak ada kandungan gas berbahaya," jelas Akhyar kepada Serambinews.com, Sabtu (3/8/2019) sore.

Semburan gas, jelas Akhyar, mengandung gas hidrokarbon bersifat basah, yang banyak mengandung air, lumpur, dan garam, serta 20 persen mengandung oksigen.

Baca: Sumur Tua Semburkan Gas Setinggi 5 Meter di Aceh Timur, Bau Gas Menimbulkan Nyeri di Dada 

"Namun kita sudah mengimbau warga agar tidak mendekati semburan gas, dan tidak membawa benda yang berpotensi memicu kebakaran. Potensi kebakarannya kecil," jelas Akhyar.

Akhyar juga mengatakan bahwa hingga Sabtu sore semburan gas masih terjadi.

Namun, hingga saat ini pihaknya sedang koordinasi dengan Pemkab Aceh Timur dan Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Aceh untuk langkah penanganan selanjutnya.

Di samping itu terus memonitor tekanan gas menurun atau naik.

Karena dalam kasus ini bisa saja tekanan gas menurun dan berhenti sendiri.

Baca: Aurel Disuruh Makan Kulit Jeruk dan Push-up Tangan Dikepal Selama Latihan Jadi Anggota Paskibraka

"Baik berhenti dengan sendirinya ataupun tidak tindakan akhirnya tetap akan ditutup. Namun jika dalam tekanan tinggi biaya penutupan bisa mencapai Rp 500 juta," jelas Akhyar.

Sedangkan lokasi semburan gas ini di luar wilayah kerja Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang artinya berasa dalam status wilayah terbuka yang menjadi tanggung jawab pemerintah.

"Karena itu di samping terus memantau tekanan gasnya. Kita juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk membahas langkah-langkah penanganannya," ungkap Akhyar. (*)

Baca: Pergi Memanen Kakao, Petani Blangpidie Abdya Ditemukan Jadi Mayat, Ini Dugaan Penyebabnya

Penulis: Seni Hendri
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved