Sidang Sengketa Pemilu 2019

Empat Saksi Dihadirkan dalam Sidang Sengketa Pemilu di Pidie

Lanjutan sidang sengketa proses pemilu dilaksanakan Panwaslih Pidie, Senin (5/8/2019), menghadirkan empat saksi.

Empat Saksi Dihadirkan dalam Sidang Sengketa Pemilu di Pidie
SERAMBINEWS.COM/ MUHAMMAD NAZAR
Suasana sidang lanjutan sengketa proses pemilu digelar Panwaslih Pidie, Senin (5/8/2019). 

Laporan Muhammad Nazar | Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Lanjutan sidang sengketa proses pemilu dilaksanakan Panwaslih Pidie, Senin (5/8/2019), menghadirkan empat saksi.

Keempat saksi yang dihadirkan itu adalah Kepala Kesbangpol Pidie, Drs Zulfikar Yacob MM, Ketua Forum Kerukunan Ummat Beragama (FKUB) Pidie, Adnan Ubat, anggota FKUB Pidie, Umar dan Umar Mahdi sebagai saksi ahli.

Sidang senketa proses pemilu dengan agenda pembuktian yang dihadiri penasehat hukum PDA Pidie, Muzakar sebagai pemohon dan komisione KIP Pidie sebagai termohon.

Untuk diketahui, sengketa itu terjadi setelah caleg PDA Pidie, Tgk Abdul Manan dicoret dari penetapan caleg terpilih DPRK Pidie hasil pemilu 2019 dilaksanakan KIP Pidie.

Berita terkait

Baca: Caleg Terpilih PDA Diganti, KIP Pidie akan Dilaporkan ke DKPP

Baca: Ghazali Apresiasi Sikap PDA

Baca: PDA Tolak Penetapan Kursi Caleg DPRK Terpilih, KIP Pidie Nilai Panwaslih Memihak

Tgk Abdul Manan dicoret karena yang bersangkutan menerima honor dari pemerintah sebagai anggota FKUB.

Kepala Kesbangpol Pidie, Zulfikar, antara lain, menjelaskan, sruktur pengurusan FKUB Pidie dibentuk berdasarkan SK bupati.

FKUB tak memiki kantor melainkan sekretariat di Kesbangpol Pidie.

"Setiap tahun SK FKUB diperbaharui. Honor FKUB bersumber dari APBK Pidie. Honor tersebut bisa saja diterima setiap bulan tergantung kemampuan daerah, bisa saja tidak. Tahun 2015 ke bawah FKUB tidak adanya honor," sebut Zulfikar.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Nazar
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved