Breaking News:

4.000-an Pasutri di Gayo Lues Terkesan Masih Bodong, Penyebabnya Terungkap

Bupati Galus, M Amru mengatakan, hingga saat ini warga yang belum memiliki buku nikah di atas angka 4 ribuan pasangan suami istri.

SERAMBINEWS.COM/ RASIDAN
Bupati bersama perwakilan DSI Aceh dan Galus befoto dengan pasangan suami istri yang mengikuti isbat nikah gratis di Balai Musara Blangkejeren, Selasa (6/8/2019). 

Bupati Galus, M Amru mengatakan, hingga saat ini warga yang belum memiliki buku nikah di atas angka 4 ribuan pasangan suami istri.

Laporan Rasidan | Gayo Lues

SERAMBINEWS.COM,BLANGKEJEREN - Bupati Gayo Lues (Galus), M Amru menyebutkan, sebanyak 4000-an kurang lebih pasangan suami istri (pasutri) di kabupaten tersebut, selama ini belum memiliki buku (akte).

Sehingga ibarat masih bodong, seperti kendaraan yang tidak memiliki surat-surat yang lengkap dan sah.

Baca: Tiga Lokasi Ilalang di Banda Aceh Terbakar, Pemicunya Terungkap

Hal itu disampaikan, Bupati Amru dalam pembukaan kegiatan isbat nikah di Balai Musara Blangkejeren yang digelar oleh Dinas Syariat Islam Aceh bekerjasama dengan DSI Galus, yang menikahkan sebanyak 150 pasangan suami istri secara gratis di kabupaten tersebut.

Bupati Galus, M Amru mengatakan, hingga saat ini warga yang belum memiliki buku nikah di atas angka 4 ribuan pasangan suami istri.

Hal itu diduga karena berbagai faktor, sehingga yang bersangkutan belum tercatat secara kependudukan dan memiliki akte nikah .

"Salah satunya faktornya, warga tidak paham atau tidak mampu dan tergolong miskin selama ini atau korban konflik. Bahkan warga yang belum memiliki buku nikah itu mayoritas sudah usia renta. Namun, saat ini masyarakat sudah mulai sadar dengan diberlakukannya admistrasi negara yang semakin ketat dan tertib terkait dengan dokumen atau administrasi itu," ujarnya.

Baca: Terdakwa Kasus Calo CPNS Minta Jaksa juga Seret Mantan Pejabat BP-SPAMS Aceh ke Pengadilan

Secara terpisah Kadis SI Galus, Husin M SAg kepada Serambinews.com, Selasa (6/8/2019) mengatakan, hari ini DSI Aceh menikahkan atau memberikan isbat nikah gratis kepada 150 pasangan suami istri di kabupaten itu.

Bahkan sebelumnya, DSI Galus juga sudah menikahkan 100 pasang suami istri pada tahun ini.

"Untuk mengurangi bertambahnya jumlah warga yang tidak tercatat dan tidak memiliki akte nikah tersebut, bupati mengluarkan intruksi kepada masyarakat, agar tidak melayani pernikahan di bawah tangan kadi liar atau perangkat desa. Selain menikah melalui kantor urusan agama, begitu juga dengan bercerai harus melalui kantor Mahkamah,"imbuh Husin M SAg. (*)

Baca: Ibunya Cleaning Service di Lampulo, Begini Kisah Anak Yatim Berjuang Hingga Lulus Polisi 

Penulis: Rasidan
Editor: Nurul Hayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved