Breaking News:

Unjuk Rasa, LSM Masyarakat Sengsara Hidup, Desak Bupati Aceh Singkil Bagikan Lahan

Masa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Sengsara Hidup dan LSM Perlahan, melakukan unjuk rasa ke kantor DPRK Aceh Singkil, di kawasan Kampung...

SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI
Masa yang tergabung dalam LSM Perlahan dan Gerakan Masyarakat Sengsara Hidup, melakukan unjuk rasa ke kantor Bupati Aceh Singkil, di kawasan Pulo Sarok, Singkil, Selasa (6/8/2019). 

 
Unjuk Rasa, Masyarakat Sengsara Hidup Desak Bupati Aceh Singkil Bagikan Lahan

Laporan: Dede Rosadi I Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Masa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Sengsara Hidup dan LSM Perlahan, melakukan unjuk rasa ke kantor DPRK Aceh Singkil, di kawasan Kampung Baru, Singkil Utara, Selasa (6/8/2019). Unjuk rasa serupa juga digelar di kantor bupati di kawasan Pulo Sarok, Singkil.

Demostran datang membawa spanduk berisi tuntutan serta keranda jenazah. Mereka juga melengkapi diri dengan pengeras suara yang diangkut dalam mobil bak terbuka. 

Pengunjuk rasa menuntut Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid merealisasikan janjinya. Antara lain segera membagikan lahan seluas 673,7 hektar serta pelepasan 200 meter lahan di kiri kanan ruas jalan Gor-Sebatang. Kemudian menunjukan tapal batas HGU Nafasindo yang baru, seluas 8.300 hektar. 

Menurut demosntran pada 8 Januari lalu saat rapat dengan pihaknya, Bupati berjanji menyelesaikan tapal batas lahan seluas 673,7 hektar dengan PT Nafasindo dan pelepasan 200 meter kiri kanan ruas jalan Gor-Sebatang, pada ahir April. Akan tetapi janji tersebut  tidak terealisasi. 

KH Maimun Zubair Meninggal, Ini Petuah Almarhum Paling Menggetarkan Hati

Bank Aceh Syariah Fokus pada Pembiayaan Sektor Produktif

Pria Aceh Selatan Ditemukan Setengah Sadar di Jalan Lingkar PT Timbang Langsa, Ini Identitasnya

"Serahkan lahan kepada masyarakat sekarang," kata Syafar Siregar orator unjuk rasa.

Di kantor bupati, pengunjuk rasa sempat diterima Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Azman. Ia menyatakan akan sampaikan aspirasi pengunjuk rasa kepada Bupati. "Kami sampaikan kepada pimpinan," ujarnya.

Terpisah Sekda Aceh Singkil, Drs Azmi saat dikonfirmasi tuntutan pengunjuk rasa mengatakan, pihaknya sudah mendesak BPN segera membuat titik batas pelepasan lahan seluas 673,7 hektar. Begitu juga dengan pelepasan lahan Nafasindo di kiri kanan jalan Gor-Sebatang diminta diakomodir.

"Mengingat akses jalan sudah ada," ujarnya. 

Menurut Sekda lahan seluas 673,7 hektar dan jalan Gor-Sebatang masuk ke dalam RTRW, sehingga harus dikeluarkan.

"Sudah diusulkan, BPN Aceh kepada Pemerintah Pusat. Kami berharap segera terealisasi," kata Sekda.(*)

Ekses Blangko E-KTP Kosong, Disdukcapil Lhokseumawe Sudah Keluarkan 6.700 Suket

Kabut Makin Tebal di Mekkah, Jamaah Cari Makan Sendiri

Penulis: Dede Rosadi
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved