Kamis, 23 April 2026

Video

VIDEO - Ibu Selamatkan Tiga Anaknya dari Kobaran Api, Satu Diantaranya Masih Bayi

Peristiwa jelang subuh itu baru ia sadari setelah merasa kepanasan dan melihat kobaran api sudah membakar dinding dan atap rumahnya.

Penulis: Saiful Bahri | Editor: Safriadi Syahbuddin

VIDEO - Ibu Selamatkan Tiga Anaknya dari Kobaran Api, Satu Diantaranya Masih Bayi

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Kebakaran menghanguskan satu rumah berdinding tepas di Desa Paloh Punti, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Senin (5/8/2019).

Penghuninya, Juliana berserta ketiga anaknya Sadila, Aswadi dan Putri Syakila yang masih berusia dua tahun berhasil selamat.

Menurut Juliana, saat kejadian mereka dalam keadaan tertidur.

Peristiwa jelang subuh itu baru ia sadari setelah merasa kepanasan dan melihat kobaran api sudah membakar dinding dan atap rumahnya.

Juliana, saat ditemui Serambinews.com, menceritakan kembali, saat itu, dia tidur bersama tiga anaknya, yakni Mauliza Sadila (11), Aswadi (10), dan si bungsu yang baru berumur dua tahun, Putri Syakila.

Sedangkan suaminya, Samsul Bahri, sedang berada di kawasan Araselo, Sawang, Aceh Utara, untuk bekerja.

BACA JUGA BERITA POPULER

Baca: Bupati di Papua Minta Pemerintah Tarik TNI/Polri dari Nduga, Begini Tanggapan TNI/Polri

Baca: TKI asal Aceh Utara Meninggal di Malaysia, Keluarga Panik Langsung Hubungi Haji Uma

Baca: Gadis Cantik Lulusan IPB Dibunuh, Ini yang Dilakukan Pelaku Dalam Angkutan, Berikut Kronologinya

Saat terjadi kebakaran, dia pun terbangun dan langsung menjerit.

Membuat dua anaknya, Mauliza dan Aswadi, terbangun dan langsung melarikan diri ke luar rumah.

Namun lain dengan kondisi Putri Syakila. Dia tetap terlelap.

Maka dalam kondisi panik tersebut, Juliana menarik kaki Putri hingga ke ujung tempat tidur.

Selanjutnya menggendong untuk membawa lari keluar rumah yang kondisi api semakin membesar.

Saat berhasil keluar rumah, Juliana terus berlari menjauh sambil menangis dan berteriak histeris.

Baru sekitar 20 meter dia berlari, atau sudah sampai di jalan desa, Juliana jatuh hingga anaknya ikut terjatuh dan menimpa badannya.

Selanjutnya dia pun pingsan.

"Setelah itu saya tidak tahu apa-apalagi. Baru sadar saat sudah berada di rumah tetangga," katanya sambil menangis.

Kondisi rumahnya memang ludes terbakar. Tersisa hanya lantai yang terbuat dari semen.

Seluruh harta benda ikut terbakar. Diantara puing-puing bangunan yang terbakar, terlihat kerangka sepeda anaknya.

Saat Juliana bersama anaknya berhasil keluar dari kobaran api, maka yang selamat hanya pakaian yang ada di tubuh Juliana dan celana yang dipakai ketiga anaknya.

Alhamdulillah, pada pagi itu juga, warga menyumbang pakaian untuk anak-anak Juliana.

Serta pihak Tagana pun telah membangun tenda darurat di bekas rumah yang terbakar untuk ditempati Juliana bersama keluarganya.

Sedangkan hasil penyelidikan pihak kepolisian, kebakaran ini diduga kuat akibat konsleting listrik di bagian atap rumah.

Sehingga kerugian ditaksir sekitar Rp 30 juta.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved