Berita Lhokseumawe

Puting Beliung dan Angin Kencang Berpotensi di Sebagian Aceh Hingga September, Ini Penjelasan BMKG

Keenam kabupaten/kota yang berpotensi puting beliung dan angin kencang ini Bener Meriah, Aceh Utara, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Timur, dan Langsa.

Puting Beliung dan Angin Kencang Berpotensi di Sebagian Aceh Hingga September, Ini Penjelasan BMKG
For serambinews.com
Nasrol

Keenam kabupaten/kota yang berpotensi puting beliung dan angin kencang ini Bener Meriah, Aceh Utara, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Timur, dan Langsa.

Puting Beliung dan Angin Kencang Berpotensi di

Sebagian Aceh Hingga September, Ini Penjelasan BMKG

Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Puting beliung dan angin kencang berkecepatan mencapai 60 kilometer per jam masih berpotensi terjadi di sebagian  Aceh atau di enam kabupaten/kota hingga September mendatang.

Keenam kabupaten/kota yang berpotensi puting beliung dan angin kencang ini adalah Bener Meriah, Aceh Utara, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Timur, dan Langsa.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Malikussaleh Aceh Utara, Nasrol, barusan, menjelaskan sekarang ini posisi matahari terus mendekati garis khatulistiwa, sehingga meningkatnya temperatur.

Kemudian, pada Maret-Juli 2019, adanya massa uap air di wilayah Australia, sehingga telah membawa massa udara kering ke wilayah Selat Malaka.

Hal ini menyebabkan kurangnya curah hujan di kawasan Aceh.

Baca: Lowongan Kerja BUMN Perum Perumnas: Pendaftaran Dibuka hingga 9 Agustus 2019, Simak Syaratnya

Baca: Melahirkan di Tengah Konflik Senjata dan Harus Mengungsi, Ibu di Papua Beri Nama Anaknya Pengungsi

Baca: 5 Fakta Ricuh Penertiban PKL di Kota Medan, Kasatpol PP Disiram Air Panas Hingga Dicaci Maki

Selain itu, meningkatnya temperatur dan terdapatnya udara kering di kawasan Aceh akan berpotensi menimbulkan kecepatan angin lebih kencang dibanding biasanya.

"Sehingga angin kencang berpotensi terjadi di enam wilayah tersebut hingga September dengan kecepatan antara 45 kilometer hingga 60 kilometer per jam," jelasnya.

Alasan ilmiah ini, kata Nasrol, karena temperatur meningkat dan adanya massa udara kering, sehingga kawasan Aceh Utara, Bireuen, dan Aceh Timur (terletak di pesisir wilayah timur Aceh), akan terjadi penguapan.

Penguapan ini yang akan membentuk awan-awan konveksi (awan yang terbentuk dalam atmosfir yang tidak stabil) dalam skala kecil.

"Karena terbentuknya awan konfektif dalam skala kecil, maka berpotensi terjadinya puting beliung. Artinya, sampai September mendatang masih berpeluang terjadinya angin kencang dan puting beliung di wilayah kita," pungkasnya. (*)

Penulis: Saiful Bahri
Editor: Mursal Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved