Dalam Waktu Dekat, Penjual Bensin Eceran Terancam 3 Tahun Penjara dengan Denda Rp 30 Miliar

Dalam aturan pasal 53 UU No.22 tahun 2001, dijelaskan bawa siapapun orangnya tidak diperbolehkan untuk membeli BBM dan dijual kembali.

Dalam Waktu Dekat, Penjual Bensin Eceran Terancam 3 Tahun Penjara dengan Denda Rp 30 Miliar
(KOMPAS/Winarto Herusansono)
(Ilustrasi) Penjual bensin eceran 

Waktu Dekat, Penjual Bensin Eceran Terancam 3 Tahun Penjara dengan Denda Rp 30 Miliar

SERAMBINEWS - Dalam waktu dekat, penjual bensin eceran agaknya harus mulai lebih waspada.

Penjual bensin eceran baiknya memikirkan lagi apakah usaha ini harus terus dijalankan atau tidak.

Pasalnya, pemerintah kini mulai memberikan aturan tegas pada penjual bensin eceran.

Hal ini didasarkan pada aturan pasal 53 UU No.22 tahun 2001 tentang migas.

Melansir berita dari Tribunmanado, Sales Executive Pertamina Retail IV, Benny Hutagaol mulai menegaskan soal aturan ini.

Dalam aturan pasal 53 UU No.22 tahun 2001, dijelaskan bawa siapapun orangnya tidak diperbolehkan untuk membeli BBM dan dijual kembali.

Baca: Nana Hafizah, Wakili Aceh ke Ajang Pemilihan Putri Pariwisata Indonesia 2019

Baca: Hengkang dari NOAH, Begini Ucapan Terakhir Uki yang Menyentuh

Baca: Farhat Abbas Tunjukkan Isi WA yang Diduga Milik Hotman Paris, Ada Bagian Minta Foto Seksi Rierie

"Siapa saja yang melanggar pasal 53 UU No. 22 tahun 2001 tentang migas bisa diancam pidana maksimal tiga tahun penjara dengan denda maksimal Rp 30 miliar," kata Benny Hutagaol, (3/8), dikutip dari Tribunmanado.

Dengan kata lain, masyarakat dilarang untuk membeli BBM di tempat lain selain di SPBU.

Dan juga dilarang menjual kembali BBM yang dibeli dari SPBU karena termasuk pelanggaran.

Halaman
12
Editor: Amirullah
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved