Berita Aceh Tamiang

Semburan Gas dari Sumur Tua di Kampung Bundar belum Teratasi

Semburan gas dari sebuah sumur tua di halaman rumah warga Kampung Bundar, Kecamatan Karangbaru, Aceh Tamiang, belum teratasi.

Semburan Gas dari Sumur Tua di Kampung Bundar belum Teratasi
Serambinews.com
Zemi mengecek semburan gas di belakang rumahnya, Minggu (11/8/2019) dan berharap pemerintah mengambil tindakan sebelum terjadi hal yang membahayakan warga. 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Semburan gas dari sebuah sumur tua di halaman rumah warga Kampung Bundar, Kecamatan Karangbaru, Aceh Tamiang, hingga Minggu (11/8/2019) belum teratasi. 

Sumur tua peninggalan Belanda itu berada persis di belakang rumah Zemi (45), dan sejak lama telah mengeluarkan suara gemuruh dan aroma gas. 

"Kebetulan sumur tua ini berada di balik dinding kamar mandi. Kalau kita berada di kamar mandi, suaranya jelas kali," kata Zemi, Minggu (11/8/2019). 

Wakil Bupati Aceh Tamiang HT Insyafuddin bersama unsur Forkopimda, juga telah meninjau lokasi sumur tua itu pada Jumat (8/8/2019) lalu. 

Warga pun mengharapkan Pemkab Aceh Tamiang mengambil langkah cepat mengatasi masalah ini sebelum terjadi peristiwa yang membahayakan warga. 

"Ini kan lokasinya di seputar permukiman, padat penduduk. Takutnya kalau terbakar akan memakan banyak korban," kata warga. 

Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, sebelumnya memastikan semburan tersebut mengandung gas metan. 

Kesimpulan ini disampaikan setelah tim ESDM Aceh mengecek langsung semburan pada 5 Okotober 2018.

Dirincikan, semburan gas itu mengandung karbon dioksida (CO2) 1.883 ppm, metan (CH4) 1,1-1,4 ppm, electrical conductivity)(EC) 366 uS/cm dan pH 6,8. 

Namun dipastikan kadar gas masih di bawah ambang batas Badan Standarisasi Nasional, yakni untuk CO2 sebesar 9.000 ppm, sedangkan CH4 versi American Conference of Government Industrial Hygienist sebesar 10 ppm.(*)

Baca: Khatib Kisahkan Nabi Ibrahim Ciptakan Perubahan Hingga Tentang Warga Pidie, Begini Ceritanya

Baca: Khatib Idul Adha: Masyarakat Aceh Sendiri yang Nyinyir terhadap Pelaksanaan Syariat Islam

Baca: Bandara SIM Ditutup Sementara, Warga dan Petugas Shalat Ied di Pelataran Parkir

Baca: Cicil Rp 6.000 Per Hari, Abang Becak hingga Penjual Gorengan Bisa Berkuban Sapi

Baca: Seorang Warga Aceh Timur Ditembak di Kebun Durian, Pelaku dan Korban Saling Kenal

Baca: 5 Fakta Kapolsek Dikeroyok Komplotan Narkoba Bersenjata Tajam, Sang Bandar Tewas Ditembak

Penulis: Rahmad Wiguna
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved