Jumat, 1 Mei 2026

Karhutla di Abdya

Diguyur Hujan Dua Malam, Lahan Sawit Terbakar di Babahrot Abdya Masih Keluar Asap Putih

Sementara api yang membakar lahan kelapa sawit di Desa Blang Dalam, juga di Kecamatan Babahrot, dilaporkan sudah padam setelah diguyur hujan,

Tayang:
Penulis: Zainun Yusuf | Editor: Yusmadi
For Serambinews.com
Petugas pemadam dari BPBK Abdya, Polsek dan Koramil Babahrot serta masyarakat, termasuk petugas dari Kehutanan, berupaya memadamkan api yang membakar areal kebun sawit rakyat di Desa Blang Dalam, Kecamatan Babahrot, Kamis (8/8/2018). Kebakaran lahan kebun sawit juga terjadi di kawasan Jalan 30, Desa Rukoen Dame, Babahrot, Kamis sore. Di dua lokasi tersebut api menghanguskan sekitar 3 ha areal kebun sawit. 

Laporan Zainun Yusuf | Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM,BLANGPIDIE - Meskipun diguyur hujan ringan selama dua malam terakhir, namun hingga Senin (12/8/2019), asap putih masih keluar dari lahan kelapa sawit rakyat yang terbakar di lokasi Jalan 30, Desa Rukoen Dame, Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Sementara api yang membakar lahan kelapa sawit di Desa Blang Dalam, juga di Kecamatan Babahrot, dilaporkan sudah padam setelah diguyur hujan, Sabtu (10/8/2019) malam.

Iskandar, salah seorang pemilik kebun kelapa sawit di Desa Rukoen Dame, Babahrot dihubungi Serambinews.com, Senin (12/8/2019) menjelaskan, hujan mengguyur selama dua malam (Kamis malam dan Sabtu malam) memang sangat membantu mematikan nyala api yang membakar lahan.

Akan tetapi, katanya, api yang membakar sisa-sisa batang kayu yang tertanam dalam gambut belum sepenuh mati.

Sebab, dari sisa kayu masih mengeluar asap putih.

“Dari asap ini sangat berpotensi  muncul titik nyala api bila kembali terjadi terik matahari,” kata Iskandar, juga Anggota DPRK Abdya.

Berita terkait

Baca: Hujan Kembali Guyur Aceh Barat, Diharapkan Bantu Padamkan Karhutla

Baca: BPBD, TNI dan Polri di Aceh Barat Evaluasi Penanganan Karhutla

Baca: Karhutla di Aceh Barat belum Mengganggu Jarak Pandang di Empat Bandara di Aceh, Ini Penjelasan BMKG

Karenanya, menurut Anggota Dewan asal Babahrot itu asap yang masih keluar dari lahan sawit yang terbakar harus padam total. 

“Besok (Selasa, besok) kami akan turun ke lokasi untuk mengatasi asap yang masih keluar dari lahan terbakar dengan cara menyiram air dengan bantuan mesin pompa (mesin robin),” katanya.

Iskandar mengaku kalau  api yang membakar lahan gambut sangat sulit dipadamkan, meskipun dibantu guyuran hujan.

Sebab, api yang membakar lahan masuk kedalaman gambut tebal dan membakar sisa batang kayu yang sudah tertanam.  

Bahkan api membakar akar tanaman kelapa sawit berumur 3 sampai 5 tahun sehingga akhirnya tumbang.

Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhula) kawasan Kecamatan Babahrot terjadi di dua titik terpisah, yaitu di Desa Blang Dalam, Rabu sore dan di Desa Rukoen Dame pada Kamis sore, pekan lalu.

Baca: Cuaca Buruk di Banda Aceh, Helikopter Bom Air Atasi Karhutla Batal Terbang ke Aceh Barat

Baca: Aceh Barat Siaga Darurat Asap Karhutla, Dinkes Bagikan Masker

Baca: Aceh Barat Siaga Darurat Asap Karhutla, Wakil Ketua DPRK: Butuh Pemetaan Lahan Gambut

Iskandar mengaku punya kebun sawit di dua titik lokasi yang terbakar tersebut. Di lokasi Rukoen Dame (Genang Jaya) menghanguskan 2 dari 6 hektare (ha) kebun sawit miliknya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved