Karhutla di Abdya
Diguyur Hujan Dua Malam, Lahan Sawit Terbakar di Babahrot Abdya Masih Keluar Asap Putih
Sementara api yang membakar lahan kelapa sawit di Desa Blang Dalam, juga di Kecamatan Babahrot, dilaporkan sudah padam setelah diguyur hujan,
Penulis: Zainun Yusuf | Editor: Yusmadi
Masih untung di lokasi Blang Dalam, kebun sawit milik Iskandar yang dilumat api tidak bengitu luas.
“Api membakar kelapa sawit di lokasi tengah kebun, tidak bengitu luas,” paparnya.
Di Desa Blang Dalam, areal kebun sawit milik warga lain yang mengalami musibah kebkaran lumanya luas sekitar 2 ha, yaitu kebun sawit milik desa setempat, dan kebuh sawit milik warga Labuhan Haji, Aceh Selatan.
Lebih lanjut Iskandar menjelaskan, asap putih bukan saja keluar dari lahan kebun sawit kepunyaannya di Desa Rukoen Dame, tapi sangat mengkhawatirkan asap putih masih mengepul di lahan 'insiden', berjarak sekitar 300 meter dari Jalan 30 atau jalan dari Desa Ie Mirah, Babahrot menuju Pelabuhan Teluk Surien, Kuala Batee.
Asap putih dari lahan ‘insiden’ tersebut’ juga sangat berpotensi muncul nyala api bila terkena terik mata hari, kemudian menyebar ke mana-mana.
Karena daun kayu kering yang terbakar diterbangkan angin kencang jatuh ke lokasi lain sehingga muncul titik api baru.
Baca: VIDEO - Petugas BPBD Aceh Barat Pingsan karena Karhutla
Baca: Pemkab Aceh Tengah Bentuk Tim Satgas Karhutla
Baca: Aceh Barat Siaga Darurat Asap Karhutla, Dinkes Bagikan Masker
Seperti diberitakan, upaya pemadaman api yang membakar areal kebun sawit di dua titik kawasan Kecamatan Babahrot dilakukan puluhan petugas pemadam dari Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya, dibantu personel Polsek dan Koramil Babahrot, termasuk dari pegawai instansi kehutanan dan petani.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBK Abdya, Amiruddin SPd dihubungi Serambinews.com, Jumat menjelaskan, titik api yang muncul di lokasi lahan ‘insiden” kawasan Gampong Rukoen Dame itu sangat sulit dipadamkan.
Selain, tidak ada akses jalan yang bisa dilintasi mobil pemadam, dan sumber air juga tidak ditemukan di lokasi.
“Sebenarnya, bila tak ada jalan untuk dilalui mobil pemadam, upaya pemadaman bisa kita dilakukan dengan bantuan pompa air. Persoalannya sekarang tak ada sumber air di lokasi,” kata Amiruddin.
Seperti upaya pemadaman kebun sawit di Desa Blang Dalam, Kamis siang dilakukan dengan bantuan pompa air karena ada sumber air dari Sungai Krueng Babahrot, tidak jauh dari lokasi lahan sawit yang terbakar. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/petugas-pemadam-dari-bpbk-abdya2.jpg)