Senin, 27 April 2026

Berita Aceh Barat Daya

Jalan Keude Siblah Blangpidie Abdya Terendam, Diduga Rembesan Saluran Pembuang Hotel

Diduga, air genangan itu berasal dari rembesan saluran pembuang yang tersumbat dalam kompleks hotel

Penulis: Zainun Yusuf | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/ZAINUN YUSUF
Pengendara sepeda motor melintasi Jalan Desa Keude Siblah, Blangpidie, Abdya yang terendam lokasi belakang Grand Leuser Hotel Blangpidie, Senin (12/8/2019). Air yang menggenangi jalan itu diduga berasal dari rembesan saluran pembuangan yang tersumbat dari dalam kompleks hotel. 

Laporan Zainun Yusuf | Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM,BLANGPIDIE - Lintasan jalan menghubungkan Dusun III menuju Dusun IV, Desa Keude Siblah, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), terendam air selama bebera hari terakhir.

Diduga, air genangan itu berasal dari rembesan saluran pembuang yang tersumbat dalam kompleks Grand Leuser Hotel.

Amatan Serambinews.com di lokasi, Senin (12/8/2019), badan jalan aspal terendam dengan ketinggian 20 sampai 30 cm sepanjang 6 meter lokasi luar pagar beton belakang hotel.

Warga menduga air tersebut berasal dari saluran buangan hotel yang tersumbat.

Baca: Tim FKH Unsyiah Periksa Hewan Kurban di Aceh Besar dan Banda Aceh

“Dugaan ini, karena air tersebut keluar dari lubang kecil pada pondasi pagar belakang hotel, kemudian turun ke bawah dan merendam permukaan jalan aspal,” kata Bang Yong, salah seorang warga kepada Serambinews.com di lokasi.

Dugaan saluran pembuang tersumbat diperkuat lagi karena ujung pipa buangan di sudut pagar belakang hotel dalam keadaan kering atau tidak berfungsi.

Peristiwa keluar air dari pagar beton belakang hotel tersebut  selama lima hari terakhir atau sebelum hujan turun selama dua hari terakhir.

“Sebelum hujan turun, permukaan jalan aspal di lokasi memang sudah tergenang,” kata salah seorang warga sering melintas.

Baca: Pemko Lhokseumawe Kucurkan Rp 200 Juta untuk Pelantikan Dewan, Ini Jadwalnya

Sementara  Zul Ilpan, warga Dusun IV menduga air yang keluar dari pagar beton belakang hotel tersebut berasal dari timbunan tanah dalam kompleks hotel.

“Dugaan ini, karena air  keluar dari lubang pondasi pegar dalam kondisi bersih. Bila air buangan dari kamar mandi dan dapur hotel tampak kotor,” katanya.

Zul Ilpan mengatakan, peristiwa tersebut dapat diatasi dengan membangun saluran pembuang yang lebih sempurna di sisi luar pagar belakang hotel.

Lalu, air dari saluran tersebut bisa dialirkan ke dalam saluran skuder irigasi yang membentang di samping bahu jalan desa.      

Pengendara kendaraan bermotor jenis roda dua dan roda empat mengeluh ketika melintasi jalan yang tergenang air di belakang hotel tersebut.

Baca: Pohon di Depan Swalayan Jalan Diponegoro Banda Aceh Tumbang

Diharapkan pengelola hotel mengatasinya kerena selain mengganggu arus lalulintas dan bisa merusak permukaan air di lokasi, selain membuat lokasi menjadi kumuh.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved