Dina Afridha, Gadis Berusia 24 Tahun, dari Guru Honorer Menuju Kursi DPRK Abdya
Gadis berusia 24 tahun ini sudah ditetapkan sebagai Anggota DPRK Abdya terpilih dalam rapat pleno KIP pada 22 Juli 2019
Penulis: Zainun Yusuf | Editor: Muhammad Hadi
Gadis kelahiran Desa Keude Paya, Kecamatan Blangpidie, Abdya pada 1 Januari 1995 ini tidak menyangka kalau perjalanan hidupnya menjadi seorang wakil rakyat
Laporan Zainun Yusuf | Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM - PENAMPILANNYA sederhana dan ramah, itulah Dina Afridha.
Dalam usia masih sangat muda mampu meraih sukses yang mendapat perhatian dari banyak kalangan.
Sukses hanya bisa diraih dengan kerja keras, disiplin dan senantiasa berdoa kepada Allah SWT.
Gadis berusia 24 tahun ini sudah ditetapkan sebagai Anggota DPRK Abdya terpilih dalam rapat pleno KIP pada 22 Juli 2019.
Luar biasanya lagi, dari 25 Anggota DPRK Abdya terpilih yang ditetapkan itu, Dina tercatat satu-satunya unsur perempuan.
Baca: Setelah Bertemu Dubes India, Plt Gubernur Surati Menhub Minta Dibukanya Rute Terbang Aceh-Andaman
Baca: Imran Mahfudi Resmi Daftar Gugatan ‘Lawan’ Megawati Soekarnoputri
Bila tidak ada halangan pada 9 September mendatang, ia dilantik sebagai Anggota DPRK Abdya Periode 2019-2024.
Dina menjalani kehidupan sederhana, karena orangtuanya, Syahidin (50), hanya seorang karyawan biasa di salah satu BUMN, dan ibunya Ny Sarwati (48) bekerja sebagai ibu rumah tangga.
Dina berpeluang besar menduduki jabatan Wakil Ketua Sementara DPRK Abdya.
Soalnya, sebagaimana aturan sebelumnya, jabatan wakil ketua sementara dipercayakan kepada anggota termuda.
Dalam hal ini, menurut keterangan, Dina tercatat sebagai anggota termuda diantara 25 dewan yang dilantik.
Karena Dina baru berumur 24 tahun.
Baca: Cuaca Ekstrem, Deputi IV Kemenko Maritim Batal Keliling Kepuluan Banyak Aceh Singkil
Baca: Anggota DPRK Subulussalam Dilantik Senin Depan, Ini Sosok Calon Ketua
Gadis kelahiran Desa Keude Paya, Kecamatan Blangpidie, Abdya pada 1 Januari 1995 ini tidak menyangka kalau perjalanan hidupnya menjadi seorang wakil rakyat.
Dina bercita-cita menjadi seorang guru, kemudian mendalami ilmu Pendidikan Kimia pada Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry Banda Aceh, sejak 2013.