Sejarah Masuknya Islam ke Linge Gayo Diseminarkan di Takengon, Hadirkan Info Baru

Islam ternyata sudah masuk ke Linge (Lingga) Gayo pada 615 Masehi. Ini artinya lebih awal dari di Barus yang tercatat pada 625 Masehi, Peureulak 840 M

Sejarah Masuknya Islam ke Linge Gayo Diseminarkan di Takengon, Hadirkan Info Baru
SERAMBINEWS.COM/FIKAR W EDA
Buku berisi data tentang masuknya Islam ke Lingga (Linge) Gayo pada 615 Masehi akan dibahas dalam seminar di Takengon. 

Sejarah Masuknya Islam ke Linge Gayo Diseminarkan di Takengon, Hadirkan Info Baru

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Islam ternyata sudah masuk ke Linge (Lingga) Gayo pada 615 Masehi. Ini artinya lebih awal dari di Barus yang tercatat pada 625 Masehi, Peureulak 840 M, Samudra Pasai 1267, Aceh Darussalam 1496 M.

Temuan data inilah yang akan diseminarkan pada 27 Agustus 2019 mendatang di Gedung Olah Seni Takengon. Seminar Sejarah Masuknya Islam ke Linge (Lingga) diselenggarakan oleh Gayo Raya Institute (GRI) bekerjasama dengan Pemkab Aceh Tengah.

Direktur GRI, HM Iwan Gayo, Selasa (13/8/2019) mengatakan, seminar akan dihadiri para reje dan tokoh masyarakat yang memberi perhatian pada sejarah masuknya Islam ke Gayo.

Bahan-bahan tentang data dan fakta masuknya Islam ke Lingga disusun dalam bentuk buku setebal 64 halaman.

KIP Aceh Singkil Tetapkan 25 Anggota DPRK Terpilih

Tujuh Remaja Bireuen Masih Diperilksa, Ini Pesan Kapolres

Menteri Pertanian Sempat Membayangkan Tgk Munirwan Seorang Petani Miskin

"Ternyata Linge Gayo adalah duplikat tanah suci, sebab tidak pernah dimasuki oleh orang-orang Yahudi, Nasrani, Majusi setelah Islam masuk. Itulah antara lain kemudian Belanda mengirim intelnya C Snouck Hurgronje yang seorang Rahib Yahudi menyamar sebagai muslim berjulukan Habib Putih ke Gayo setelah pernyataan Perang Belanda terhadap Kerajaan Aceh pada 1873," kata Iwan, penulis serial Buku Pintar yang pernah menjadi best seller.

"Kalau melihat dan merujuk kepada data baru ini, maka Islam sudah masuk ke Gayo lebih awal dari yang di Barus, yang kemudian diresmikan oleh Presiden Joko Widodo sebagai titik nol masuknya Islam Nusantara," lanjut Iwan Gayo.

Iwan Gayo menjelaskan, selama ini dikenal ada tiga pendapat besar tentang masuknya Islam ke Nusantara. Pertama, Prof Hamka berpendapat Islam telah masuk ke Pulau Sumatra pada 625 M melalui Barus, Kedua Prof Azumardi Azra, dan Prof Farid Wajdi sependapat dengan pernyataan Islam pertama masuk ke Peureulak pada 840 M dan C Snouck Hurgronje menyebut Islam pertama masuk melalui Samudra Pasai pada 1267 M.

Iwan Gayo mengatakan, sementara sejarawan Italia, GE Gerini dalam bukunya "Further India and Indo-Malay Archipelago" mencatat bahwa orang Arab sudah berdiam di Swarnabumi atau Sumatera sejak 606 M sampai 699 M.

Rumah Pensiunan TNI di Lambheu Keutapang Terbakar

Samar Kilang Fun Rafting Diluncurkan, Jadi Olahraga Petualangan Andalan di Bener Meriah

Sampaikan Kendala Daerahnya, Ini yang Dibahas Wakil Bupati Aceh Singkil Kepada Deputi IV Kemeterian

"Salah satu kerajaan yang hidup pada zaman itu adalah Kerajaan Lingga dengan raja Meurah Lingga. Kerajaan ini terhubung dengan Selat Malaka melalui Kuala Gayo atau Kuala Tamiang sekarang. Melalui jalur itulah Islam masuk ke Lingga pada 615 M," kata Iwan Gayo.

Ia mengatakan, seminar Sejarah Masuknya Islam ke Lingga Gayo, antara lain memaparkan data-data dan fakta tersebut. "Kita harapkan seminar ini menjadi perhatian kita bersama, mengingat banyak hal baru yang harus kita gali," kata Iwan Gayo.(*)


Penulis: Fikar W Eda
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved