Sabtu, 18 April 2026

Inovasi

Dua Mahasiswa Teknik Universitas Abulyatama Ubah Sampah Plastik Jadi BBM

Dua mahasiswa Unaya, Kamalud Damairi dan Shahibul Fajar berhasil menciptakan alat untuk mengubah sampah plastik menjadi BBM setara Pertalite.

Penulis: Taufik Hidayat | Editor: Taufik Hidayat
Hand-over dokumen pribadi
Dua mahasiswa Fakultas Teknik Unaya, Kamalud Damairi dan Shahibul Fajar, melakukan konversi sampah plastik menjadi bahan bakar minyak yang diklaim setara Pertalite, pada Maret 2019. 

Laporan Taufik Hidayat | Aceh Besar

SERAMBINEWS.COM, JANTHO – Dua mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Abulyatama (Unaya), Kamalud Damairi dan Shahibul Fajar, berhasil menciptakan alat untuk mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) yang diklaim setara Pertalite.

Kedua mahasiswa ini berkolaborasi mencari solusi atas persoalan sampah plastik yang telah menjadi ancaman lingkungan karena sifatnya yang tidak dapat terurai.

Organisasi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), memperkirakan lebih dari 8 juta ton plastik mengalir ke lautan setiap tahunnya.

Dari semua plastik yang diproduksi selama 65 tahun terakhir (8,3 miliar ton), sekitar 12 persen telah dibakar dan hanya 9 persen yang telah didaur ulang. Sisanya 79 persen mencemari tanah dan lautan.

Hal itu menjadi ancaman yang sangat buruk terhadap lingkungan.

Bahkan World Economic Forum memperkirakan pada tahun 2050, lautan akan menampung lebih banyak sampah plastik daripada ikan, jika limbah plastik terus dibuang ke laut.

Hal inilah yang mendasari Kamalud Damairi dan Shahibul Fajar untuk melahirkan inovasi yang dapat menjadi solusi dalam mengurangi sampah plastik, dengan mengubah limbah plastik jenis HDPE (High Density Polyethylene) dan PP (PolyPropylene) menjadi bahan bakar yang bisa digunakan sebagai bahan baku campuran bensin atau bahan baku untuk bahan kimia lainnya. 

Kepada Serambinews.com, Shahibul Fajar mengatakan, untuk mengubah sampah plastik menjadi BBM, ia menciptakan reaktor pirolisis limbah plastik.

Reaktor pengolah limbah plastik ini nantinya akan menghasilkan uap yang dapat dimanfaaatkan untuk kebutuhan bahan bakar minyak dengan cara mengkonversi energi uap menjadi bahan bakar melalui sistem pirolisis.

“Reaktor pirolisis dengan sistem fliudized bed menjadi pilihan untuk proses pengkonversian uap limbah plastik yang hanya membutuhkan waktu 30 sampai 55 menit untuk 3 Kg plastik,” ungkapnya kepada Serambinews.com, Selasa (13/8/2019).

Sementara temannya, Kamalud Damairi, melakukan kaji eksperimental kondensor dengan metode kerja spiral, untuk menghasilkan uap dari limbah plastik, hingga diperoleh minyak yang dapat digunakan sebagai bahan bakar terbarukan.

Menurutnya, kondensor kerja spiral tipe vertikal ini terbukti bisa menghasilkan bahan bakar yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan tersier dalam kehidupan sehari-hari, dengan cara melakukan proses kondensasi pada jenis uap hasil pirolisis limbah plastik HDPE (High density Polyethylene) dan PP (PolyPropylene).

“Proses kondensasi uap ini tidak terlepas dari karakteristik jenis uap, waktu dan temperatur pada kondensor. Fungsi dari kondensor ini pun bisa diperluas lagi supaya tidak hanya bekerja untuk kondensasi uap jenis HDPE dan PP, tapi bisa juga untuk jenis plastik lainnya,” kata Kamalud Damairi.

Dari 3 Kg plastik HDPE dan PP yang dikonversi ini, bisa menghasilkan 320 ml hingga 340 ml bahan bakar minyak.

Terkait kualitas BBM yang dihasilkan, Shahibul Fajar dan Kamalud Damairi mengklaim BBM yang telah melalui tiga kali penyaringan ini setara dengan Pertalite.

Namun keduanya sepakat bahwa hal ini masih harus dibuktikan dengan pengujian lanjutan di laboratorium kimia untuk mengetahui kadar oktan pada BBM yang mereka hasilkan itu.

Tapi yang jelas, teknologi konversi limbah plastik menjadi BBM ini memiliki potensi untuk meningkatkan keuntungan industri daur ulang, mengurangi limbah plastik dunia, dan bisa menjadi alternatif dalam penyediaan bahan bakar terbarukan.(*)

Baca: Politeknik Kutaraja Gelar Konferensi Inovasi Ilmiah

Baca: OMEN Challenger Series hadir kembali di Asia Pasifik dengan inovasi gaming terbaru HP

Baca: 6 Inovasi Besar yang Bisa Mengubah Dunia Menurut Bill Gates

Baca: Berasa Berda di Masa Depan, 7 Inovasi Ini Membuktikan Belanda Sudah Sangat Canggih

Baca: Dubes India Sudah Lima Kali Datang ke Aceh, Nova: Pak Menteri, Kayaknya Mereka Butuh Sekali Kita

Baca: BMKG: Waspadai Hujan Disertai Angin Kencang dan Petir di Barat Selatan Aceh

Baca: Jelang Menikah dengan Cut Meyriska 17 Agustus 2019, Foto Roger Danuarta dan Diana Pungky Beredar

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved