Berita Banda Aceh
Ini 5 Ciri Paham Radikal, Di Antaranya Klaim Kebenaran Tunggal dan Mudah Mengafirkan Orang Lain
Cara mengatasinya adalah perlu kembali ke cita-cita ajaran Islam yang merupakan rahmat bagi sekalian Islam.
Penulis: Zainal Arifin M Nur | Editor: Zaenal
Ini 5 Ciri Paham Radikal, Salah Satunya Klaim Kebenaran Tunggal
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Klaim kebenaran tunggal dan menolak mengakui adanya pemahaman yang berbeda dapat menjadi pemicu utama munculnya aksi radikal (radikalisasi) dalam masyarakat.
"Kemuculan kelompok yang mengklaim kebenaran tunggal biasanya dilatarbelakangi oleh pemahaman agama yang setengah-setengah melalui proses doktriner, literal (tanpa penafsiran, red) dalam memahami teks agama serta lemah wawasan sejarah dan sosiologi," ungkap Prof Dr M Hasbi Amiruddin MA.
Pernyatan Guru Besar UIN Ar-Raniry Banda Aceh ini disampaikan dalam presentasinya pada kegiatan pembinaan "Deradikalisasi dan Counter Radikalisasi bagi Aktor Pemelihara Kerukunan Umat Beragama, di Hotel Permata Hati, Rabu (14/8/2019).
Anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Aceh, Hasan Basri M Nur, dalam siaran persnya kepada Serambinews.com mengatakan, Profesor Hasbi memetakan lima ciri paham radikal yang dapat memicu aksi-aksi radikal, yaitu:
1) Klaim kebenaran tunggal.
2) Memperberat ibadah yang sebenarnya ringan (sunat, red), seakan-akan wajib.
3) Kasar dalam berinteraksi, keras dalam berbicara, dan emosional.
4) Mudah berburuk sangka kepada orang lain di luar kelompoknya.
5) Mudah mengafirkan orang lain walau sesama muslim.
Baca: Menhan Prihatin Ada TNI Terpapar Radikalisme, Moeldoko: Kalau Tak Bisa Diperbaiki, Buang ke Laut Aja
Baca: Kelompok Radikal di Kalteng Merupakan Perakit Bom, Pernah Latihan Militer di Gunung Salak Aceh Utara
Baca: In Memoriam Morenk Beladroe: Seniman Ide Radikal dan Logo Falsafah Aceh-Jawa
"Cara mengatasinya adalah perlu kembali ke cita-cita ajaran Islam yang merupakan rahmat bagi sekalian Islam. Setiap amalan umat harus memberi rahmat bagi orang lain dan lingkungan," tambah Hasbi yang Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Aceh.
Acara pembinaan yang berbentuk FGD itu dibuka oleh Kakanwil Kemenag Aceh, Drs H M Daud Pakeh.
Dalam sambutannya Daud Pakeh mengharapkan agar tokoh-tokoh umat beragama dapat memberi pemahaman hidup harmonis kepada tokoh masyarakat untuk mencegah munculnya paham dan aksi radikal di Aceh.
Ketua panitia, Rakhmad Mulyana SHI, mengadakan kegiatan pembinaan tersebut diikuti oleh Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Aceh dan 23 Ketua FKUB se-Aceh serta para pembina masyarakat lintas agama di Kanwil Kemenag Aceh.
FGD dipandu oleh Hasan Basri M Nur, dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry. (*)
Baca: Polisi Amankan Seorang Polwan Terpapar Paham Radikalisme, Berpangkat Bripda
Baca: Emosional Disebut Radikal, Mahfud MD: Saya Juga Garis Keras dan Itu Bagus, Tapi Tidak Radikal
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/diskusi-paham-radikal.jpg)