Ke Andaman Hanya 1 Jam, Nova Kirim Negosiator Ulung Lobi Menhub dan Malindo Air

Dekatnya jarak tempuh dari Aceh ke Kepulauan Andaman, India, yang hanya sekitar 1 jam penerbangan, menjadi peluang dagang...

SERAMBI/BUDI FATRIA
Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menerima kunjungan Duta Besar India untuk Indonesia, Pradeep Kumar Rawat di Rumah Dinas Wakil Gubernur Aceh, Banda Aceh, Senin (5/8/2019). 

Selain menyurati Kemenhub, Plt Gubernur Aceh ternyata juga telah menyurati Direktur Malindo Air di Kuala Lumpur. Pihaknya berharap pihak Malindo Air bisa segera mengatur jadwal dan melakukan pertemuan dengan Pemerintah Aceh membahas rencana pembukaan rute terbang Banda Aceh-Port Blair.

Presentasi

Di hari yang sama kemarin, Plt Gubernur juga menghadiri rapat konsultasi regional penyusunan rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 di Kota Medan. Dalam kesempatan itu, Nova membicarakan pembangunan berbasis kawasan, rencana strategis, serta rincian proyek utama yang menjadi rencana pembangunan Pemerintah Aceh untuk periode 2020-2024.

Presentasi itu disampaikan di depan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, Bambang Brodjonegoro, dan juga gubernur se-Sumatera. Dalam presentasinya, Nova menjelaskan bahwa kawasan Lautan Hindia saat ini adalah kawasan pertumbuhan tinggi, dimana geo-politik, geo-ekonomi, dan geo-strategis dunia beralih ke kawasan ini.

"Aceh yang tertelak di ujung barat Indonesia ada di pintu gerbang itu, baik dari lalu lintas dari Asia Selatan, Timur Tengah, Eropa juga Afrika," kata Nova. Untuk itu, satu di antara rencana strategis ke depan yang akan dilakukan Pemerintah Aceh adalah menjadikan kawasan Lautan Hindia dan Andaman sebagai destinasi investasi dan kegiatan ekonomi berbasis ekspor.

Dalam pertemuan itu, Nova juga meminta Pemeritah Pusat melalui kementerian terkait untuk segera membuka rute penerbangan dari Bandara SIM ke Port Blair di Kepulauan Andaman, India. "Jadi dari Port Blair itu hanya satu jam (penerbangan) ke Aceh. Sedangkan ke daratan India itu cuma 3 jam," jelas Nova.

Kepada Bambang Brodjonegoro, Nova juga menyampaikan bahwa Dubes India sudah lima kali datang ke Aceh, meminta dan membicarakan kerja sama yang bisa dilakukan. "Pak Menteri, kayaknya mereka butuh sekali kita. Apa yang saya butuhkan dari Pak Menteri adalah bimbingan termasuk orang-orang yang ahli dalam bernegosiasi, supaya kita dapat memanfaatkan posisi tawar yang tinggi terhadap India dalam konteks Port Blair di Andaman," ujar Nova.

Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Aceh, Makmur Budiman, langsung merespons perintah Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, yang meminta Kadin melakukan negosiasi terkait kerja sama Aceh-Andaman. Dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan road show ke India untuk mendalami penjajakan kerja sama tersebut.

“Kita nanti akan road show ke India dulu, kita akan melakukan pertemuan dengan Kadin India menanyakan barang-barang apa saja yang cocok dikirim dari Aceh. Yang sudah pasti tentu bicara harga, dengan harapan kerja sama ini terwujud mengingat jarak angkut yang dekat,” katanya saat dihubungi Serambi, Selasa (13/8).

Menurut Makmur, saat ini Andaman sedang melakukan pembangunan besar-besaran. Pemerintah India akan mengembangkan pariwisata di kepulauan yang dulunya dijadikan sebagai pangkalan militer terlengkap ini.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved