Sabtu, 30 Mei 2026

Komunitas

Komunitas Drone Andromeda, Memotret Aceh Tamiang dari Angkasa

Usianya memang masih sangat muda, bahkan belum terbentuk secara formal karena susunan pengurus belum komplit.

Tayang:
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/RAHMAD WIGUNA
Ardha disaksikan anggota Andromeda lainnya saat menerbangkan drone di GOR Aceh Tamiang. Komunitas ini mulai rutin menjelajahi pedalaman Aceh Tamiang untuk mencari objek yang berpotensi dijadikan tempat wisata. 

Saat ini ada beberapa tipe dan merek drone. Harganya pun bervariasi tergantung mereka dan spesifikasi.

Ardha sendiri cukup setia dengan Parrot Bebop 2 Power buatan Prancis.

Dari total enam unit drone yang dimilikinya, Parrot dinilainya tahan banting dan sistem kerjanya sesuai dengan keinginannya.

"Kamera dan gimbal tertelak di dalam. Jadi terlindung dari benturan," kata dia.

Nanda, anggota komunitas lainnya mengaku lebih memilih Dji Phantom 4 sebagai pegangannya.

Menurutnya, drone pabrikan Cina itu cukup mudah diterbangkan bagi pemula.

"Saya baru tiga bulan main drone. Tapi saya sudah dipercaya mengambil gambar di acara replanting kemarin," kata Nanda.

Sementara Ahmed yang berprofesi sebagai videografer menjatuhkan pilihannya ke Mafic Pro. Sejauh ini drone tersebut tidak pernah bermasalah untuk momen-momen prawedding.

Ardha menimpali Andromeda merupakan komunitas untuk umum. Untuk menjadi bagian komunitas ini tidak perlu memiliki drone.

"Sekadar sharing-sharing tentang dronekan juga bisa. Nanti juga bisa mencoba menerbangkan drone milik anggota lain," tuturnya.(*)‎

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved