Kuasa Hukum Irwandi Yusuf mengaku Sudah Dengar Putusan Banding, Tapi belum Terima Salinan Putusan

Kuasa hukum Irwandi Yusuf, Sayuti Abubakar MH menyatakan belum menerima pemberitahuan putusan banding atas Irwandi Yusuf....

Kuasa Hukum Irwandi Yusuf mengaku Sudah Dengar Putusan Banding, Tapi belum Terima Salinan Putusan
Sayuti Abubakar, Kuasa Hukum Irwandi Yusuf

Kuasa Hukum Irwandi Yusuf mengaku Sudah Dengar Adanya Putusan Banding, Tapi belum Terima Salinan Putusan

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA -  Kuasa hukum Irwandi Yusuf, Sayuti Abubakar MH menyatakan belum menerima pemberitahuan putusan banding atas Irwandi Yusuf.

Tapi Sayuti mengaku sudah mengetahui adanya putusan banding tersebut dari pemberitaan media.

"Ini saya juga sedang buka website MA, katanya sudah ada informasi putusan Pengadilan Tinggi Jakarta terhadap banding Irwandi Yusuf," jawab Sayuti di Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta memvonis Gubernur nonaktif Aceh Irwandi Yusuf selama 8 tahun penjara, dan mencabut hak politik selama 5 tahun.

Putusan ini lebih berat dari putusan Pengadilan Tipikor Jakarta yang menghukum Irwandi dengan hukuman 7 tahun penjara, pencabutan hak pilih selama tiga tahun setelah menjalani hukuman pokok, dan denda 300 juta.

Putusan banding itu, diterbitkan dalam website Mahkamah Agung, Rabu (14/8/2019).

Vonis Banding Irwandi Yusuf Lebih Berat jadi 8 Tahun Penjara

Liga 2 Wilayah Barat, Lima Tim Berpeluang Juara Paruh Musim

Selain Memburu Husnudzon, Ini Satu Lagi Pemain Incaran Persiraja

"Mengubah putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 97/Pid.Sus-TPK/2018/PN.Jkt.Pst tanggal 8 April 2019 yang dimintakan banding tersebut sekedar mengenai pidana yang dijatuhkan kepada Terdakwa," demikian antara lain isi website MA.

Website MA menginformasikan, majelis hakim yang menangani perkara banding Irwandi Yusuf itu adalah Hakim Ketua Ester Siregar dengan anggota Anthon R. Saragih dan Jeldi Ramadhan.

Ketiganya menyatakan Irwandi Yusuf telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi menerima suap bersama-sama - secara berlanjut dan korupsi menerima gratifikasi beberapa kali sebagaimana didakwakan Penuntut Umum dalam Dakwaan Kesatu Pertama dan Dakwaan Kedua.

"Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 8 tahun dan denda sebesar Rp 300 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan," ujarnya.

Kuasa Hukum Irwandi Yusuf Bantah Informasi Putusan Banding Sudah Terbit

Tak Terima Gubernur Aceh Irwandi Yusuf Divonis 7 Tahun Penjara, KPK Ajukan Banding

T Saiful Bahri tidak Lakukan Banding, Berbeda dengan Irwandi Yusuf dan Hendri Yuzal

Sebelumnya Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan divonis kepada Irwandi dengan hukuman 7 tahun penjara, denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan karena terbukti menerima suap sebesar Rp 1,05 miliar terkait proyek-proyek yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) dan gratifikasi sejumlah Rp 8,717 miliar.

Irwandi dinyatakan bersalah melanggar Pasal 12 huruf a dan Pasal 12 huruf B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) junctoPasal 64 ayat 1 KUHAP.

Atas putusan ini, Irwandi Yusuf kemudian mengajukan banding.(*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved