Breaking News:

Azhari Cagee Lapor ke Polda Mengaku Dipukul Aparat

Ketua Komisi I DPRA Azhari Cagee melapor ke Kepolisian Daerah (Polda) Aceh atas kasus dugaan pemukulan terhadap dirinya

Editor: hasyim
Azhari Cagee Lapor ke Polda  Mengaku Dipukul Aparat
SERAMBINEWS.COM/SUBUR DANI
Scren Shot Azhari Cagee

BANDA ACEH - Ketua Komisi I DPRA Azhari Cagee melapor ke Kepolisian Daerah (Polda) Aceh atas  kasus dugaan pemukulan terhadap dirinya dalam aksi demonstrasi di halaman gedung  DPRA, Kamis (15/8) sore.

Azhari Cage yang merupakan eks kombatan menjelaskan,  ia masuk ke barisan mahasiswa untuk melerai karena saat itu sudah terjadi aksi saling dorong. Namun dirinya yang mencoba melerai malah mendapat pukulan dari oknum.

Ia menceritakan, sejak awal diperintahkan oleh Pimpinan DPRA untuk menerima mahasiswa.

Saat itu, katanya,  mahasiswa memang ingin menaikkan bendera bulan Bintang di gedung DPRA, karena tak diizinkan polisi. Akhirnya, Azhari Cagee memfasilitasi mahasiswa menemui Ketua DPRA,  Sulaiman.

Dalam pertemuan itu mahasiswa meminta supaya bendera Aceh segera dikibarkan. Namun saat itu Sulaiman meminta mahasiswa bersabar, karena proses politik masih berjalan. Tak puas dengan penjelasan itu, kata Azhari, mahasiswa keluar dari ruangan ketua, dan duduk di halaman depan.

Tak lama berselang, kata Azhari, ternyata mahasiswa kembali berusaha menaikkan bendera. Lagi-lagi aksi saling dorong dengan polisi terjadi. Mendengar ada keributan, Azhari Cagee kembali keluar ke halaman depan. "Saya lihat mahasiswa dipukul,  saya bilang, ‘Jangan pukul,  jangan pukul’," ujarnya.

Ia pun masuk ke kerumunan mahasiswa dan berusaha melerai. Mahasiswa mencoba melarikan diri ke arah luar gedung dewan yaitu ke jalan raya,  polisi disebut ikut mengejar. Azhari yang melihat ada aksi kejar-kejaran menyusul mahasiswa ke jalan raya. Di jalan raya depan gedung dewan itulah Azhari Cagee mengaku dipukul. Hal itu juga terlihat dalam video yang beredar di media sosial. Dia menilai, pemukulan terhadap dirinya sebagai pelecehan terhadap lembaganya.

Sehingga atas izin pimpinan ia melapor ke Polda Aceh.

Pada saat yang sama, polisi juga mengamankan lima mahasiswa. Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto mengaku mengamankan lima mahasiswa selama 1x24 jam.

Kapolresta Bantah Ada Pemukulan

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto membantah ada pemukulan oleh anggotanya terhadap anggota DPRA, Azhari Cagee. Katanya, saat itu kondisi memang agak kisruh, karena mahasiswa yang ingin menaikkan bendera Bintang Bulan terlibat saling dorong dengan polisi. Pada saat yang sama Cagee masuk ke dalam barisan untuk melerai.

"Mungkin saat Pak Azhari Cagee masuk ingin melerai, ia juga kena dorong, karena saat itu memang sedang terjadi saling dorong antara mahasiswa dengan anggota kita," ujarnya.

Terkait laporan ke Polda Aceh oleh Azhari,  kata Trisno, itu menjadi hak yang bersangkutan  sebagai warga negara.

Selain itu, Kapolresta membenarkan ada lima mahasiswa yang diamankan pihaknya. Dikatakan,  demo yang dilakukan mahasiswa itu sebenarnya tanpa izin, namun polisi tetap mengawal. Menjelang Ashar, kata Kapolresta, mahasiswa kembali ke tiang bendera. Dalam aksi itu, puluhan mahasiswa berusaha menaikkan bendera Bintang Bulan di tiang yang sudah tersedia di halaman gedung DPRA. "Mereka ingin menurunkan bendera merah putih dan menaikkan bendera Bintang Bulan, lalu dihalau oleh anggota kita sehingga terjadi saling dorong, " ujarnya.(mun)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved