Berita Abdya
Begini Kata Pimpinan Grand Leuser Hotel Blangpidie soal Pipa Pembuang yang Bocor
Ia berharap kepada masyarakat bahwa bila terjadi hal seperti itu cukup disampaikan saja kepada pengelola hotel, tidak perlu ke media.
Penulis: Zainun Yusuf | Editor: Mursal Ismail
Ia berharap kepada masyarakat bahwa bila terjadi hal seperti itu cukup disampaikan saja kepada pengelola hotel, tidak perlu ke media.
Begini Kata Pimpinan Grand Leuser Hotel Blangpidie
soal Pipa Pembuang yang Bocor
Laporan Zainun Yusuf| Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Manajemen Grand Leuser Hotel Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), mengakui terjadi bocor pipa saluran pembuang di bagian belakang hotel tersebut.
Kemudian air yang keluar dari pipa bocor itu menggenangi badan jalan penghubung Dusun II dengan Dusun IV, Desa Kede Siblah, Blangpidie.
“Benar, genangan air di atas permukaan jalan itu berasal pipa pembuangan dari hotel kami yang bocor, tapi telah kami perbaiki. Sekarang tak ada masalah lagi,” kata Pimpinan Grand Leuser Hotel, Hasrul kepada Serambinews.com, Kamis (15/8/2019).
Ketika terjadi kebocoran, Hasrul mengaku sedang berada di Medan, sedangkan karyawan hotel tidak melaporkannya.
Sekembali dari Medan dan mendapat informasi terjadi genangan air di atas permukaan jalan lokasi bagian belakang hotel, Hasrul segera melakukan pengecekan.
Ternyata, memang ada kebocoran pada pipa buangan, sehingga limpahan air dari pipa pocor turun ke bawah melalui pondasi pagar belakang.
Akibatnya merendam permukaan jalan beraspal di belakang hotel.
“Pipa saluran pembuang itu bocor karena sudah berumur lama. Kami segera memanggil tukang untuk memperbaiki, saluran juga sudah dibersihkan. Saat ini kondisinya sudah normal kembali,” kata Hasrul.
Baca: Ketika Warga Menggugat
Baca: Ini Rangkaian Peringatan HUT ke-74 RI di Kabupaten Aceh Singkil
Baca: Abdya Pemegang Saham Terkecil di Bank Aceh Syariah
Ia berharap kepada masyarakat bahwa bila terjadi hal seperti itu cukup disampaikan saja kepada pengelola hotel, tidak perlu ke media.
Ia mengaku pihaknya sangat respek terhadap hal seperti itu, apalagi terhadap warga sekitar yang menjadi tetangga.
“Kan, bisa langsung dibicarakan dengan kami, tak perlulah sampai keluar,” kata Hasrul.
Diberitakan sebelumnya, lintasan menghubungkan Dusun III dengan Dusun IV, Desa Keude Siblah, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Abdya, terendam air selama beberapa hari terakhir sampai Senin (12/8/2019).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/air-tergenang-diduga-dari-saluran-pembuang.jpg)