Minggu, 12 April 2026

Heboh Dendeng Babi

Foto Dendeng Babi Produk Aceh Besar Resahkan Warga, Pemerintah Aceh Minta Polisi Mengusut

Polisi tidak menemukan aktivitas produksi dendeng babi di lokasi alamat yang tertera dalam kemasan Dendeng Babi Cap Kelinci Aguan

Penulis: Zainal Arifin M Nur | Editor: Zaenal
Beredar di grup WA
Foto Dendeng Babi Cap Kelinci Aguan yang beredar viral di grup grup WA dan facebook. 

Foto Dendeng Babi Produk Aceh Besar Resahkan Warga, Pemerintah Aceh Minta Polisi Mengusut

 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Dua hari lalu, masyarakat Aceh dihebohkan dengan peredaran foto dendeng babi dalam kemasan yang diklaim diproduksi di Banda Aceh.

Pasalnya, dendeng yang dipacking dalam plastic transparan itu diberi merek “Dendeng Babi Cap Kelinci Aguan”.

Yang bikin heboh, di bawah merek itu tertulis “Jl. Malayahati Km 14,5 Banda Aceh”.

Para warganet menilai tulisan itu menunjukkan bahwa dendeng babi itu diproduksi di Jalan Malahayati, Banda Aceh.

Namun, ada keanehan dengan alamat ini.

Karena Jalan Malahayati Km 14,5 ini masuk dalam wilayah Aceh Besar, bukan Banda Aceh.

Merespon keresahan warga ini, pihak kepolisian langsung turun ke lokasi, melakukan pengecekan.

Tapi ternyata polisi tidak menemukan aktivitas produksi dendeng babi di lokasi alamat yang tertera dalam kemasan Dendeng Babi Cap Kelinci Aguan.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH, kepada Serambinews.com, Rabu (14/8/2019) mengatakan, terkait isu yang beredar di medsos ada produksi dan penjualan dendeng babi di satu gampong dalam Kecamatan Mesjid Raya itu sama sekali tidak benar.

“Kebetulan anggota saya, yakni Kapolsek Krueng Raya, Iptu Ading S, beserta Muspika Mesjid Raya langsung turun ke lokasi begitu menapat informasi itu melalui media sosial. Mereka sudah melakukan pengecekan langsung ke desa setempat yang beredar di dalam media sosial itu. Ternyata sudah tidak ada lagi di sana,”  kata Kombes Trisno.

Sebelumnya, kata Kombes Trisno, di dalam laporan Kapolsek Krueng Raya yang disampaikan kepadanya itu memang pernah ada yang memproduksi dendeng babi dan menjualnya dalam kemasan yang diberi label ‘Dendeng Babi Cap Dua Kelinci Aguan’.

Baca: Warga Jeunieb Meninggal Tersetrum Jerat Babi

Tapi, lanjut mantan Kabag Binkar Biro SDM Polda Aceh itu sudah lama sekali di tahun 80-an.

Lalu sejak akhir tahun 2000 Aguan tidak memproduksi lagi dan yang bersangkutan  pindah ke Medan, Sumatera Utara mengingat kondisi Aceh pada saat itu sedang tidak aman dan tengah dilanda konflik.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved