Penyidik Kejati Aceh Kantongi Nama Tersangka Kasus Keramba di Sabang

penyidik juga sudah menyita uang sebanyak Rp 36.260.875.000 dari PT Perinus sebagai barang bukti dalam perkara dugaan korupsi

Penyidik Kejati Aceh Kantongi Nama Tersangka Kasus Keramba di Sabang
SERAMBI/BUDI FATRIA
WAKAJATI Aceh, Muhammad Yusuf (dua kiri) bersama Aspidsus, T Rahmatsyah (tiga kanan), Asintel, Mukhlis (kiri), Plt Aswas, Rukhsal (dua kanan) serta Kasi Penkum dan Humas, H Munawal Hadi (kanan) memperlihatkan uang Rp 36 miliar yang disita dari PT Perinus saat menggelar konferensi pers di Kantor Kejati Aceh, Kamis (18/7/2019). 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh kini sudah mengantongi nama-nama tersangka kasus dugaan korupsi Keramba Jaring Apung (KJA) lepas pantai (offshore) di Sabang tahun 2017.

"Kita sudah mengantongi nama-nama tersangka," kata Kepala Kejati Aceh, Irdam SH MH melalui Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Aceh Teuku Rahmatsyah SH MH kepada Serambinews.com, Senin (19/8/2019).

Tapi, kata Rahmatsyah, pihaknya belum bisa mempublis secara terbuka nama-nama yang ditetapkan sebagai tersangka itu.

Menurutnya, nama-nama tersangka akan diumumkan pada saat mereka dipanggil penyidik untuk diperiksa kembali sebagai tersangka. "Kita akan panggil dalam waktu dekat," ujarnya.

Baca: Setelah Sita Rp 36 Miliar Lebih, Kerugian Kasus Keramba Jaring Apung di Sabang Mulai Diaudit BPK RI

Sebelumnya diberitakan, Direktorat Jenderal (Ditjen) Perikanan Budidaya KKP RI ingin melakukan budidaya ikan kakap putih di perairan Sabang dengan metode KJA offshore, mengadopsi teknologi industri perikanan di Norwegia pada 2017.

Proyek itu dikerjakan oleh PT Perikanan Nusantara (Perinus) Persero, satu perusahaan milik BUMN dengan nilai kontrak Rp 45.585.100.000 dari pagu Rp 50 miliar dari DIPA Satker Direktorat Pakan dan Obat Ikan KKP RI tahun 2017.

Dalam mengerjakan proyek itu, PT Perinus menggandeng AquaOptima AS Trondheim, perusahaan asal Norwegia yang bergerak di bidang pengadaan barang dan jasa instalasi bidang perikanan budidaya.

Berdasarkan perencanaan, KJA itu memiliki delapan kolam dengan diameter 25 meter.

Seharusnya pengerjaan selesai Desember 2017 sehingga pada tahun 2018 ditargetkan keramba tersebut bisa difungsikan.

Baca: VIDEO - Kejati Aceh Sita Miliaran Rupiah Uang Korupsi Keramba Jaring Apung di Sabang

Halaman
12
Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved