Berita Luar Negeri

Dua Polisi Ditahan, Karena Pukuli Tersangka di Rumah Sakit

Dalam video tersebut, terlihat dua petugas polisi secara bergantian memukul seorang pria yang sedang dibaringkan di atas brankar

Editor: Muhammad Hadi
(CHANNEL NEWS ASIA / TWITTER / ALEX LAM)
Tangkapan layar rekaman CCTV rumah sakit yang menunjukkan dua oknum polisi melakukan pemukulan terhadap seorang pria di atas brankar. 

SERAMBINEWS.COM - Kepolisian Hong Kong telah menahan dua anggotanya yang dituduh telah melakukan pelanggaran dengan memukuli seorang tersangka yang sedang dirawat di rumah sakit.

Sebuah rekaman video yang menunjukkan dua petugas polisi memukuli seorang pria di atas brankar menjadi viral di dunia maya.

Video tersebut diketahui berasal dari rekaman kamera CCTV sebuah rumah sakit di Hong Kong.

Dilansir Channel News Asia, rekaman video tersebut berasal dari Rumah Sakit Distrik Utara dan insiden terjadi pada bulan Juni lalu.

Dalam video tersebut, terlihat dua petugas polisi secara bergantian memukul seorang pria yang sedang dibaringkan di atas brankar.

Baca: Jadwal Kejuaraan Dunia 2019 - Marcus/Kevin Hadapi Pebulutangkis Korea Selatan

Pria itu mendapat pukulan di bagian selangkangan dan perut, serta matanya disorot menggunakan senter.

Tidak ada orang lain di ruangan tempat insiden pemukulan itu terjadi.

Namun polisi mengatakan, pria yang menjadi korban pemukulan merupakan seorang tersangka yang sedang ditahan saat itu.

Pihak Kepolisian Hong Kong, pada Selasa (20/8/2019) mengatakan bahwa kedua petugas polisi yang terlibat aksi pemukulan itu telah ditahan.

Sementara itu, pihak Rumah Sakit Distrik Utara (NDH) juga mengonfirmasi melalui sebuah pernyataan pers bahwa pria yang dipukuli dalam video, tiba di rumah sakit dengan kawalan petugas.

Pria itu tiba di Departemen Kecelakaan dan Gawat Darurat rumah sakit pada 25 Juni.

Ditambahkan pihak rumah sakit, pria itu tampak dalam kondisi "tidak stabil" dan "berperilaku mengganggu", sehingga mempengaruhi pasien lainnya.

Baca: Kisah Orang Terkaya di Dunia, Dua Pelajaran Hidup dari Kakek Jadi Kontribusi Kesuksesan Bos Amazon

Pihak rumah sakit kemudian memutuskan memindahkannya ke "ruangan untuk pasien yang terganggu" dan dilakukan perawatan serta observasi.

"Pengawasan rutin telah dilakukan dan tidak ada hal tak biasa yang dicatat oleh staf medis di hari terjadinya insiden. Pasien juga tidak membuat keluhan selama dirawat di rumah sakit," tulis pernyataan NDH.

Namun pada 27 Juni, pihak rumah sakit mendadak menerima penyelidikan dari seorang anggota dewan yang menyebut tentang pasien yang ditangani secara tidak tepat oleh polisi di ruang pasien yang terganggu.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved