Minggu, 10 Mei 2026

Rusuh di Papua

Rusuh di Fakfak, Kemkominfo Sengaja Perlambat Akses Internet Selama 9 Jam

Menurut dia, throttling merupakan perlambatan akses bandwhidth atau kecepatan akses data, bukan blokir total akses layanan data atau internet.

Tayang:
Editor: Amirullah
Instagram/makassar_jobb
Kerusuhan di Fakfak, Papua Barat, Rabu (21/8/2019) 

Rusuh di Fakfak, Kemkominfo Perlambat Akses Internet Selama 9 Jam

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kemkominfo) RI menyatakan jika akses internet di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, sengaja diperlambat atau throttling mulai pukul 09.00 WIT.

Rencananya, perlambatan akses internet akan mulai pulih pukul 18.00 WIT. Dengan demikian, perlambatan akses internet akan dilakukan selama 9 jam.

Hal itu dikatakan Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu melalui sambungan telepon, Rabu (21/8/2019) siang.

"Throttling ini hanya di Fakfak, daerah lainnya sudah mulai normal sejak kemarin," kata dia.

Menurut dia, throttling merupakan perlambatan akses bandwhidth atau kecepatan akses data, bukan blokir total akses layanan data atau internet.

Penyebaran Hoaks Artinya, pengguna layanan telekomunikasi masih bisa mengirimkan gambar atau video, namun lama sampainya.

Baca: Zakir Naik Dilarang Ceramah Umum di Malaysia, Meminta Maaf Terkait Ucapannya yang Kontroversial

Baca: 6 Aturan Aneh di Berbagai Negara, Tiongkok Larang Warganya yang Tak Dapat Dipercaya Untuk Bepergian

Sementara itu, layanan suara untuk menelepon dan layanan SMS masih berfungsi. Ferdinandus menambahkan, Kemkominfo juga menon-aktifkan sejumlah akun yang bernada provokatif terkait kerusuhan di Papua.

"Dua hari pertama kemarin ada 50 akun, hari ini ada 12 akun di medsos yang bernada provokatif. Langsung kami shutdown," katanya.

Sementara temuan informasi hoaks di media sosial yang ditemukan baru dua, yakni hoaks terjadi penembakan serta hoaks pengantar makanan ke asrama mahasiswa Papua yang diculik.

Sebelumnya, Ferdinandus mengatakan jika perlambatan akses internet ini atas permintaan Polri.

"Polri meminta kepada Pak Menteri, kemudian perintah tim kami untuk pelambatan seluruh operator seluler yang berfungsi di sana. Biasanya sampai sore atau malam," katanya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak meneruskan informasi yang masih meragukan.

Situasi terkendali Sebelumnya diberitakan, Kepala Divisi Humas Polri Irjen (Pol) Muhammad Iqbal memastikan bahwa situasi di Fakfak, Papua Barat, dapat dikendalikan aparat keamanan.

Baca: Kabupaten Fakfak Rusuh, Pimpinan OPM Goliath Tabuni: Berkibarlah Benderaku Bintang Kejora

Baca: Masyarakat Ramai Berobat ke Luar Negeri, RS di Medan Rujuk Pasien ke Penang, BPJS Dipertanyakan

Kericuhan tersebut diduga masih terkait dengan demonstrasi yang sebelumnya terjadi di Manokwari, Sorong, dan Jayapura.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved