Rahmah, Sosok Perempuan Tangguh dari Tanoh Gayo
Mengecap pendidikan hanya sampai di bangku SMA, bukan halangan bagi Rahmah untuk bisa meraih sukses. Warga Kampung Umang, Kecamatan Bebesen...
Penulis: Mahyadi | Editor: Jalimin
Rahmah, Sosok Perempuan Tangguh Dari Tanoh Gayo
Laporan Mahyadi | Aceh Tengah
SERAMBINEWS.COM, TAKENGON – Mengecap pendidikan hanya sampai di bangku SMA, bukan halangan bagi Rahmah untuk bisa meraih sukses. Warga Kampung Umang, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah ini, namanya sudah tidak asing lagi di kalangan pebisnis kopi dalam negeri maupun manca negara.
Beragam gelar telah disandang perempuan yang kesehariannya berpenampilan sederhana ini. Selain ditabalkan sebagai salah satu srikandi pertanian Indonesia, beberapa kalangan juga pernah memberikan gelar lain bagi Rahmah.
Ada yang menyebut sebagai perempuan penakluk dunia, ada juga yang memberi gelar dengan sebutan kartini masa kini di dunia kopi.
Penabalan beragam gelar itu, bukan tanpa alasan. Rahmah merupakan sosok perempuan tangguh dari Dataran Tinggi Gayo (DTG). Keberhasilanya di bidang bisnis eskportir kopi arabika Gayo, membuat sosok wanita yang telah memasuki usia 53 tahun ini, menjadi semakin dikenal karena kegigihannya membangun usaha dari nol.
Polisi Tangkap 12 Pencuri dan Penadah Serta 16 Kendaraan Curian, Ini Imbauan Kapolresta Banda Aceh
Kemenag Aceh Besar Salurkan Bantuan Organisasi Keagamaan, Ini Nama Lembaga Penerimanya
SKULL Sambangi Mahasiswa Papua di Aceh, Beri Dukungan Moril
Tekun, sungguh-sungguh serta kerja keras membuat usaha yang ia geluti sejak 17 tahun silam, kini membuahkan hasil. Bolak-balik ke beberapa negara sasaran ekspor kopi Arabika Gayo, bukan lagi hal yang luar biasa bagi Rahmah.
Kopi arabika, telah membawanya bisa menginjakan kaki di beberapa negara di belahan dunia.
Tentunya, sukses yang diraih tidak semudah seperti membalikan telapak tangan. Untuk mencapai kondisi seperti sekarang ini, Rahmah, telah melewati berbagai tantangan serta cobaan. Namun, tantangan itu, menjadi pemicu semangat bagi ibu dari empat anak dan tiga orang cucu ini, sehingga bisa meraih sukses.
“Semua berawal dari usaha rumahan saja. Mengandrungi jual beli kopi cery & gabah awalnya hanya untuk membantu ekonomi keluarga. Tapi alhamdullilah, berkat kerja keras percaya diri dan doa pelan-pelan bisa berkembang seperti sekarang ini,” kata Rahmah kepada Serambinews.com, Kamis (22/8/2019).
Seniman Yogya asal Simeulue, Sajikan Kopi Smong di The Atjeh Connection
Program Siaran Tanggap Bencana Kentongan RRI Mendapat Apresiasi Wali Kota Banda Aceh
10 Pebulutangkis Tangguh Ramaikan Media Badminton Super Series 2019. Ini Profil Pesertanya
Usaha jual beli kopi yang dirintis sejak belasan tahun silam, kini terus berkembang pesat. Awalnya, hanya sebatas pedagang pengumpul, kini telah menjadi eksportir yang memasok kopi arabika ke beberapa negara.
“Sebagian besar, kopi arabika kami ekspor 70% ke Amerika. Tapi, ada juga ke Korea, Taiwan, Arab, Jerman, Prancis, Belanda, Inggris, Australia, Hongkong dan beberapa negara lain,” tutur Rahmah.
Jumlah kopi Arabika yang diekspor juga tidak sedikit. Per bulanya, bisa mencapai 5 hingga 7 kontainer atau sekitar 18 ton per musim panen tergantung permintaan dari para buyer (pembeli).
Keberhasilan Rahmah, selain menjadi pendiri UD Ketiara, juga dipercaya oleh Bappepti Pusat sebagai pengelola Sistem Resi Gudang (SRG) kopi Arabika Gayo. Bahkan sejak ia kelola, SRG Takengon, mendapat Juara 1 se-Indonesia.
Melalui tangan dingin Rahmah, sistem dan managemen pengelolaan Sistem Resi Gudang (SRG) Kabupaten Aceh Tengah, menjadi salah satu SRG terbaik se Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/sosok-perempuan-tangguh-dari-gayo.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/perempuan-tangguh-dari-gayo-4.jpg)