Bisnis

BI Aceh Tertibkan Money Charger tak Berizin di Wilayah Pidie dan Pidie Jaya

"Apabila masih terdapat pihak-pihak yang melakukan kegiatan penukaran valuta asing tidak berizin, Bank Indonesia Provinsi Aceh akan...

BI Aceh Tertibkan Money Charger tak Berizin di Wilayah Pidie dan Pidie Jaya
ILUSTRASI - Karyawan Bank Aceh memperlihatkan uang pecahan kecil yang mulai ramai diminta masyarakat. Lima Bank di Banda Aceh membuka penukaran uang kecil melalui mobil kas keliling mereka di depan Barata Banda Aceh, Selasa (14/6).SERAMBI/MASYITAH RIVANI 

"Apabila masih terdapat pihak-pihak yang melakukan kegiatan penukaran valuta asing tidak berizin, Bank Indonesia Provinsi Aceh beserta aparat penegak hukum akan melakukan tindakan represif,"

Laporan Mawaddatul Husna | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Aceh melakukan penertiban terhadap Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB) atau money changer tidak berizin yang berkedok toko emas yang tersebar di wilayah Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya.

Penertiban itu dilaksanakan pada pertengahan Agustus lalu.

Baca: Masih Banyak Penderita TBC di Bireuen, Berikut Sebab dan Cara Pencegahannya

Kepala Kantor Perwakilan BI Aceh, Zainal Arifin Lubis, Jumat (23/8/2019) menyampaikan, ada delapan titik yang disinyalir terdapat perdagangan maupun transaski yang menggunakan valuta asing.

Di antaranya di wilayah Pidie yaitu Kota Sigli, Grong-Grong, Kembang Tanjong dan Beureunuen.

Sedangkan di wilayah Pidie Jaya, yaitu di Ulee Glee, Meureudu, Lueng Putu dan Trienggadeng.

Ia melanjutkan, dari 34 toko emas yang disinyalir melakukan KUPVA BB tidak berizin tersebut, seluruhnya sudah tidak melakukan penukaran valuta asing lagi.

Namun demikian, BI Aceh tetap akan memonitor komitmen tersebut untuk menghindari timbulnya kegiatan tidak berizin tersebut di kemudian hari.

Baca: Oknum Polisi Diduga Berikan Miras ke Mahasiswa Papua, Propam Polda Jabar Lakukan Penyelidikan

Kegiatan penertiban dan monitoring ini akan terus dilakukan secara berkala oleh BI Aceh.

"Apabila masih terdapat pihak-pihak yang melakukan kegiatan penukaran valuta asing tidak berizin, Bank Indonesia Provinsi Aceh beserta aparat penegak hukum akan melakukan tindakan represif," tegasnya.

Kegiatan itu menindaklanjuti Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 18/20/PBI/2016 tentang Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB), yang mengatur bahwa setiap penyelenggara KUPVA BB wajib memperoleh izin usaha dari Bank Indonesia.

Ia menginformasikan pengurusan izin penyelenggara KUPVA BB di BI Aceh gratis tanpa dipungut biaya apapun. Masyarakat diimbau untuk selalu menggunakan KUPVA yang telah memperoleh izin usaha dari BI. (*)

Baca: Kronologis Pemuda Lhokseumawe Meninggal Setelah Tenggelam di Sungai Malaysia

Penulis: Mawaddatul Husna
Editor: Nurul Hayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved