Rabu, 15 April 2026

Cegah Penyakit Hepatitis, ASN Pemkab Aceh Tengah Periksa Kesehatan Secara Kolektif

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Tengah menggelar pemeriksaan kesehatan atau skrining (deteksi dini) guna pencegahan penyakit Hepatitis B dan C

Penulis: Mahyadi | Editor: Jalimin
SERAMBINEWS.COM/MAHYADI
Bupati Shabela Abubakar memeriksakan kesehatan pada kegiatan skrining hepatitis di gedung Oproom Setdakab Aceh Tengah, Jum’at (23/8/2019). 

Cegah Penyakit Hepatitis, ASN Pemkab Aceh Tengah Periksa Kesehatan Secara Kolektif

 

Laporan Mahyadi | Aceh Tengah

 

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Tengah menggelar pemeriksaan kesehatan atau skrining (deteksi dini) guna pencegahan penyakit Hepatitis B dan C. Pemeriksaan yang dilakukan secara kolektif tersebut, menyasar para ASN dan tenaga kesehatan di Jajaran Pemkab Aceh Tengah.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan yang berlangsung di oproom setdakab Aceh Tengah, Jumat (23/8/2019), merupakan kegiatan dalam rangka Hari Hepatitis Sedunia (HHS) ke-X serta masih dalam suasana memperingati HUT ke-74 Republik Indonesia. Bukan hanya pegawai, tetapi Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar, juga ikut mengecek kondisi kesehatannya.

Usai mengikuti skrining sekaligus membuka kegiatan tersebut, Bupati Shabela Abubakar menyebutkan,  pencegahan dan antisipasi jenis penyakit ini harus diawali dari tenaga kesehatan dan ASN. “Karena yang langsung kontak dengan masyarakat adalah tenaga kesehatan maupun ASN dalam memberikan pelayanan publik,” kata Shabela.

Laga Play-Off Liga 3 Dipindahkan ke Stadion Krueng Mane Aceh Utara, Ini Keuntungan bagi Tim PSLS

Ketat, Naga Pala Aceh Selatan Lewati Hadangan Maximum Aceh Timur dan Lolos ke Final

Masih Banyak Penderita TBC di Bireuen, Berikut Sebab dan Cara Pencegahannya

Disebutkan, petugas kesehatan harus terus mensosialisasikan kepada masyarakat tentang pencegahan hepatitis, agar target deteksi dini penyakit tersebut dapat tercapai. “Apalagi, Hepatitis merupakan penyakit menular yang harus diwaspadai sehingga perlu adanya pencegahan sejak dini,” ungkapnya.

Shabela juga menyingung tentang jumlah stunting di Aceh Tengah yang terbilang cukup tinggi. Namun, pihaknya meyakini dalam dua tahun ke depan penanganan stunting bisa dituntaskan. “Jadi, target kita di tahun 2021 tidak ada lagi kasus stunting di Aceh Tengah,” sebutnya. (*)

Berburu Bajakah di Hutan Rawa Singkil, Kayu Ajaib yang Dipercaya Bisa Sembuhkan Kanker

Dihukum Bayar Ganti Rugi Rp 50 Juta, Begini Tanggapan Ketua STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe

STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe Digugat Rp 1,1 Miliar

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved