Senin, 20 April 2026

Berita Aceh Singkil

Ikan Asin Kuala Baru Laris Manis di Nias

Jemuran ikan asin sepanjang mata memandang ini, milik Bustami. Ia memandu dua orang mahasiswa Universitas Teuku Umar Aceh Barat, yang membantunya.

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Yusmadi
SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI
Warga Kuala Baru, Aceh Singkil, menjemur ikan asin di pinggir pantai, Kamis (22/8/2019). Ikan asin Kula Baru, sangat diminati penduduk Kepulauan Nias 

Laporan Dede Rosadi | Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Siang itu tiga laki-laki asik mebolak balik hamparan ikan asin yang di taruh di atas anyaman bambu di pinggir pantai Kuala Baru, Aceh Singkil.

Tak peduli panas matahari menusuk ubun-ubun.

Mereka harus bekerja cepat agar ikan asin segera bisa dikemas untuk penuhi permintaan pelanggan.

Jemuran ikan asin sepanjang mata memandang ini, milik Bustami. Ia memandu dua orang mahasiswa Universitas Teuku Umar Aceh Barat, yang membantunya.

Di sampingnya berjarak sekitar 100 meter pengelola ikan asin lain melakukan pekerjaan serupa.

Hari itu pengelola ikan asin hanya disibukan dengan proses penjemuran. Sebab cuaca di laut ombak sedang menggelora.

Mayoritas nelayan tidak bisa melaut.

Imbasnya bahan baku ikan asin minim.

Baca: Sejarah Ikan Asin, Ada Sejak Abad VIII Masehi dan Tercantum dalam 2 Prasasti, Punya Banyak Manfaat

Baca: Federasi Serikat Pekerja BUMN Tolak Kepemilikan Asing 100% di Sektor Industri Strategis

Baca: Pedagang Ikan Asin Diajak Pakai Asap Cair

Baca: Pengolahan Ikan Asin Lhok Pawoh Sokong Ekonomi Rakyat Abdya

Biasanya siang belas perempun bekerja membersihkan ikan, sebelum direbus dan direndam air garam.

Setidaknya ada tujuh pengrajin ikan asin di pinggir pantai Kuala Baru. Pantai di belakang permukiman penduduk tersebut ibarat pasar ikan.

Bau ikan asin menusuk hidung, namun tidak membuat limbung. "Walau ikan asin, tapi ini ikan segar," kata Bustami.

Dalam sehari Bustami, merebus setidaknya 300 kilogram ikan asin.

Ada dua jenis metode pembuatan ikan asin. Metode pertama setelah dibersihkan dan dibelah untuk jenis ikan tertentu direbus lalu dijemur kering. Kedua ikan dibersihkan langsung direndam air laut ditambah garam semalam penuh kemudian dijemur.

Setelah kering ikan dikemas dalam dus bekas rokok. Kemudian dijual kepada pelanggan yang telah menanti pasokan.

Ada tiga lokasi pemasaran ikan asil made in Kuala Baru. Masing-masing Kota Subulussalam, Gunung Meriah dan Kepuluan Nias.

Penduduk Nias, paling minati ikan asin Kuala Baru. Berapa pun pasokan yang dikirim siap ditampung.

Laris manis begitulah ikan asin asal Kuala Baru, di Kepulauan Nias. Hanya saja pengrajin tidak bisa selalu memenuhi permintaan akibat bahan baku kerap kosong.

"Kalau pembeli ada saja, cuman yang jadi kendala bahan baku tidak ada ketika ombak besar," ujar Bustami.

Industri pengolahan ikan di Kuala Baru, juga melayani permintaan dari Padang, Sumatera Barat. Hanya saja bedanya bukan ikan asin, melainkan ikan laut rebus tawar.

Sejauh ini kemasan ikan asin Kuala Baru, hanya menggunakan dus bekas rokok. Belum mengemas baik sehingga bisa menembus pasar modern. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved