Inikah Sosok Pewakaf Baitul Asyi?
Terlepas berbagai misteri yang melingkupinya, jamaah Haji Aceh tahun ini sudah menerima dana wakaf sebesar 1.200 riyal atau Rp 4,8 juta
Ikrar tersebut diucapkan Habib di hadapan Hakim Mahkamah Syar'iyah Mekkah.
Ada yang menafsirkan dermawan tersebut adalah Habib Abdurrahman Bin Alwi Al-Habsyi, yang kuburannya kini terdapat di Pulo Pisang, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen.
Namun, ada juga yang tak sependapat. Kelompok yang kedua ini berpendapat sang pewakaf bernama Habib, sedangkan sang ayah bernama Buja' atau Bugak, seperti tertulis dalam ikrar wakaf.
Ini artinya, tidak ada hubungan sang pewakaf, Habib bin buja', dengan Habib Abdurrahman bin Alwi.
Baca: Pahami Baik-baik, Begini Bunyi Ikrar Wakaf Habib Bugak Aceh di Mekah Ratusan Tahun Lalu
Habib bin Buja’ yang tercantum dalam ikrar wakaf dianggap nama yang sebenarnya, mengingat seorang pewakaf tidak boleh mencantumkan nama lakab atau panggilan.
Di sisi lain, Habib Abdurrahman bin Alwi Alhabsyi juga bukanlah sosok biasa.
Ulama ini punya karamah, bahkan dalam sejumlah manuskrip digambarkan kemampuannya menundukkan binatang seperti tikus yang memakan tanaman padi.
Banyak kelebihan lain Habib ini yang tak mungkin disebutkan satu per satu.
Nah, terlepas berbagai kontroversi, sang pewakaf diyakini tidak berniat mempublikasikan jati dirinya secara lengkap.
Boleh jadi akan berkurang pahala dari harta yang diwakafkan. Boleh jadi juga agar anak-cucu tidak merebut harta warisan.
Baca: Peneliti: Belum Ada Bukti Kuburan Habib Bugak di Pante Sidom
Bagaimana pun, jamaah haji Aceh patut berbahagia, sebagaimana disampaikan Nazir Wakaf Baitul Asyi, Syeikh Abdullatif Baltou, saat pembagian dana wakaf.
"Harta wakaf ini tak akan pernah terputus. Selamanya, selama masih di dunia sampai hari kiamat," kata Syeikh Baltou di Hotel Jamaah haji Aceh, kawasan Syisyah.
Sejak diwakafkan pada 1809 masehi, baitul asyi itu telah dijadikan tempat persinggahan warga Aceh yang naik haji dan belajar ilmu agama di Saudi.
Tgk Chik Di Tiro atau Tgk Muhammad Saman diperkirakan pernah menginap di rumah ini, sebelum perang Aceh meletus pada 1873.
Banyak pula ulama Aceh lain yang diperkirakan pernah tinggal di baitul asyi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/habib-abdurrahman-bin-alwi-al-habsyi-dan-makamnya.jpg)