Berita Lhokseumawe

Terima Kabar Dapat Rumah Bantuan, Janda Tiga Anak Ini Malah Menangis

Menurut Ketua BMU Lhokseumawe, sebelumnya Aisyah tinggal di rumah berlantai tanah dengan dinding lapuk 'dimakan usia'.

Penulis: Jafaruddin | Editor: Nurul Hayati
For Serambinews.com
Imam Besar Barisan Muda Umat, Tgk HM Yusuf A Wahab atau yang akrap disapa Tu Sop menyerahkan rumah layak huni secara simbolis kepada Aisyah. Foto Sayed MunazzarNL 

Menurut Ketua BMU Lhokseumawe, sebelumnya Aisyah tinggal di rumah berlantai tanah dengan dinding lapuk dimakan usia dan rayap. Sejak suaminya meninggal, malahan Ainsyah harus menanggung nafkah untuk 8 orang.Padahal ia hanya penjual ikan asin keliling. 

Laporan Jafaruddin I Lhokseumawe 

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Aisyah (38), janda tiga anak asal Desa Ulee Jalan, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe baru mengakhiri shalat Asar dengan mengucap salam, ketika setelahnya melepaskan mukena putih yang membalut badan dan melipatkan sajadah. 

Ia lalu bergegas membuka pintu rumah.

Di depannya, dua pria berbaju koko sedang duduk seraya memberi salam dan lantas memperkenalkan diri.

Keduanya adalah Sayed Munazzar Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Barisan Muda Umat (BMU) Lhokseumawe dan sekretaris BMU. 

“Kedatangan kami kemari, untuk melihat kondisi langsung rumah ibu, guna memastikan informasi yang kami terima. Kami akan berusaha, mudah-mudahan ibu bisa mendapatkan rumah yang layak huni,” ujar Sayed Munazzar. 

Baca: Aparat Desa di Aceh Singkil Mendapat Bimbingan Teknis Penyusunan Qanun Kewenangan Kampung


Ainsyah sudah lama memimpikan rumah layak huni, agar bisa tinggal di rumah yang nyaman bersama tiga anaknya dan suaminya, Tgk Hamdani, guru ngaji alumni Dayah Darul Munawwarah Kuta Krueng, Pidie Jaya.

Tapi suaminya tiga pekan yang lalu sudah meninggal karena kesetrum listrik, sehingga rasanya tidak mungkin baginya bisa memiliki rumah. 

Karena setelah meninggal suaminya, parktis dirinyanya lah yang harus menjadi 'tulang punggung' keluarga.

Aisyah harus mencari nafkah dengan berjualan ikan asin keliling Lhokseumawe, supaya bisa membesarkan dan membiayai pendidikan tiga anaknya, yang masih kecil, Ahmat Damanhuri (12), Ummi Haniq (7) dan Muhammad Zuhdi (3). 

Jadi berat rasanya bagi Aisyah, mewujudkan mimpinya bisa memiliki rumah layak huni dengan penghasilan berjualan ikan. 

Baca: 30 Anggota DPRK Aceh Tamiang Terpilih Dihadiahi Dua Mayam Pin Emas, Setara 5 Rp Juta

Beberapa waktu lalu, ada beberapa warga datang ke rumahnya juga menyampaikan janji serupa.

Tapi warga tersebut tak kunjung kembali ke rumahnya untuk memenuhi janjinya.

Karena itu, ketika mendengar hal tersebut, timbul harapan baru, meskipun Iia sendiri tidak begitu yakin.

“Alhamdulillah,” ucap Aisyah, lalu terdiam dengan mata berkaca-kaca.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved