Pelayanan Publik

Listrik Hidup Mati di Pidie, Pelaku Usaha Pangkas Rambut Mengeluh

Beberapa warga yang datang yang hendak memangkas rambut di Alun-alun Sigli harus pulang. Pemilik usaha pangkas lebih memilih menunggu...

Listrik Hidup Mati di Pidie, Pelaku Usaha Pangkas Rambut Mengeluh
SERAMBINEWS.COM/ MUHAMMAD NAZAR
Petugas menggantikan jaringan listrik di kawasan Alun-alun Sigli, Pidie, Rabu (28/8/2019). 

Pantauan Serambinews.com, Rabu (28/8/2019), beberapa warga yang datang yang hendak memangkas rambut di Alun-alun Sigli harus pulang. Pemilik usaha pangkas  lebih memilih menunggu, hingga listrik kembali normal.

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGL I- Para pelaku usaha pangkas rambut di seputaran Sigli, Pidie, Rabu (28/8/2019) mengeluh, seiring aliran listrik padam sekitar pukul 8.00 WIB.

 Listrik mati tersebut, praktis membuat aktivitas usaha pangkas rambut terhenti total.

Baca: Babak 16 Besar Piala Menpora 2019, Wakil Aceh Menang Dramatis dan Menegangkan Lawan NTB

Pantauan Serambinews.com, Rabu (28/8/2019), beberapa warga yang datang yang hendak memangkas rambut di Alun-alun Sigli harus pulang. 

Pemilik usaha pangkas  lebih memilih menunggu, hingga listrik kembali normal.

Terlihat, di pinggir Jalan Iskandar Muda atau di kawasan Alun-alun Sigli, sejumlah petugas berada di atas tiang listrik.

Petugas sibuk menggantikan jaringan listrik, untuk dipasang yang baru. 

 Pergantian jaringan menyebabkan listrik hidup mati di kawasan Kecamatan Kota Sigli.

Baca: Mampu Sewa 4 Pembunuh Bayaran untuk Habisi Suami dan Anak Tiri: Ini Sumber Uang Aulia Kesuma

"Sekitar pukul 08.00 WIB, listrik mati sehingga kita tidak bisa bekerja. Padahal, banyak warga yang datang untuk memangkas rambut," kata Boihaki (38), pemilik usaha pangkas di Alun-alun Sigli, kepada Serambinews.com, Rabu (28/8/2019).

Ia menyebutkan, ekses dari padamnya aliran listrik, dirinya mengalami kerugian hampir Rp 200 ribu.

Sebab, listrik padam selama setengah hari.

 "Kami rugi jika listrik mati, apalagi kalau listrik padam lama bisa bangkrut kita. Sebab, toko yang kita gunakan ini statusnya sewa. Sekarang listrik telah normal kembali," kata Boy yang terlihat kecewa. (*)

Baca: Dara, Gadis yang Termotivasi untuk Berprestasi Akibat Di-bully, Pernah Jual Ampera Saat SD

 

Penulis: Muhammad Nazar
Editor: Nurul Hayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved