KUPI BEUNGOH
Mengenang Asa di Kaki Bukit Singgah Mata Tangse
Wakil Bupati Pidie ini kembali mengingatkan tujuan utama dibentuknya Fokusmata adalah adalah memperbanyak kaum terdidik Tangse.
Mengenang Asa di Kaki Bukit Singgah Mata Tangse
Oleh Hasnanda Putra*)
SUATU pagi di tahun 1995, seorang anak muda berpostur tinggi berdiri di depan kelas kami.
Gaya bicaranya penuh semangat, sesekali tangannya bergerak menulis sesuatu di papan.
Pria itu adalah Fadhlullah TM Daud, mahasiswa Teknik Kimia Unsyiah yang "dituakan" di rombongan itu.
Sekolah kami SMA Negeri Tangse yang terletak di kaki bukit Singgah Mata, hari itu kedatangan sekolompok mahasiswa yang mengatasnama dirinya Ikatan Mahasiswa Tangse.
Saya berada di ruangan kelas III jurusan Fisik, sebangku dengan Faisal sahabat baik yang kini menjabat Kepala Puskesmas Tangse.
"Jak kuliah! " kata Fadhlullah berkali-kali.
BACA JUGA BERITA POPULER MINGGU INI
Baca: Baju Pernikahan Lia Tinggal Kenangan
Baca: Polisi Periksa Putri dan Hendra, Begini Pengakuan Calon Suami Lia
Baca: Terungkap Fakta Baru Pembunuhan di Waduk Surien, Ini Pengakuan Tersangka saat Rekonstruksi
Baca: Cerita Saat Lia Datang ke KUA Luengbata Bersama Calon Suami Untuk Bimbingan Catin
Beberapa saat kemudian dibantu rekannya, dibagilah soal tes persiapan UMPTN.
Try out UMPTN dan sosialisasi masuk perguruan tinggi, begitulah tema kunjungan mahasiswa ke sekolah kami.
Sebagian besar kami baru mengenal bentuk ujian tulis masuk perguruan tinggi hari itu, termasuk saya sendiri.
Kami dibekali pengetahuan dan informasi seputar pilihan jurusan di perguruan tinggi.
Pria itu dengan penuh percaya diri menyebut dirinya berasal dari jurusan Teknik Kimia Unsyiah sambil berharap kami yang berada di jurusan Fisik mengikuti jejaknya mengambil disiplin ilmu eksakta ini.
Kedatangan intelektual muda ini tentu saja disambut dengan penuh kegembiraan oleh sekolah dan tentu saja kami siswa yang bersiap meninggalkan bangku sekolah menuju perguruan tinggi.
Memori itu kembali terasa, tatkala selasa 13 Agustus 2019 seorang pria yang dulu tak lebih seorang mahasiswa biasa tampil berbicara, bukan lagi sebagai Ketua Imata tetapi seorang wakil bupati.
Baca: Romantika MTQ Glee Gapui 32 Tahun Silam
Baca: Cut Nur Azizah, Srikandi di Parlemen Pidie, Bertekad Berdayakan Wanita dan Kelompok Disabilitas
Baca: 40 Anggota DPRK Pidie Disumpah, Ini Nama Petahana Duduk Lagi di Kursi Dewan
Dalam pelantikan Forum Mahasiswa dan Pelajar Tangse (Fokusmata) Wakil Bupati Pidie ini kembali mengingatkan tujuan utama dibentuknya Fokusmata adalah adalah memperbanyak kaum terdidik Tangse.
Belajar dari pengalaman seorang Fadhlullah tentu sambutannya yang menyala-nyala bukanlah sekedar teori, tokoh muda ini telah jatuh bangun berkali-kali.
Kursi kepemimpinan orang nomor dua yang kini didudukinya telah melalui proses panjang.
Saya termasuk yang menjadi "saksi hidup" bagaimana tokoh ini berproses.
Pernah kalah berkali-kali dan hampir tidak pernah menang dalam "kompetisi" organisasi manapun.
Namun semangatnya untuk terus hidup tak pernah padam.
Untuk kegagalannya yang pernah terus menerus terjadi, Fadhlullah menyakini kutipan W Churchill (penulis kembangkan kembali): "Dalam politik, kita bisa mati berkali-kali, begitupun sebaliknya kita dapat hidup kembali berkali-kali".
Jadi, jangan 'hidup" sekedar hidup!
Banda Aceh, 26 Agustus 2019
*) PENULIS Hasnanda Putra, adalah alumni SMA Negeri Tangse dan saat ini menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banda Aceh.
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/hasnanda-putra-dan-fadhlullah-tm-daud.jpg)