Pojok Humam Hamid
Gencatan Senjata Perang Iran: Menangkah Amerika Serikat?
Ketika tujuan perang gagal dicapai, mereka berbicara tentang kompleksitas. Ketika kemenangan tidak terlihat, mereka meminta
Oleh: Dr. Ir Ahmad Humam Hamid MA*)
Benarkah setelah lebih dari 3 bulan- tepat nya 109 hari, perang Iran dimenangkan Amerika Serikat?
Jawaban atas pertanyaan itu bergantung pada satu hal sederhana: apakah kita menggunakan standar yang ditetapkan oleh Donald Trump sendiri, atau standar yang diciptakan setelah perang berakhir untuk menyelamatkan narasi kemenangan?
Dalam sejarah perang, terdapat kebiasaan lama yang hampir selalu berulang. Ketika tujuan perang tercapai, para pemimpin berbicara tentang kemenangan.
Ketika tujuan perang gagal dicapai, mereka berbicara tentang kompleksitas. Ketika kemenangan tidak terlihat, mereka meminta publik mengubah definisi kemenangan.
Baca juga: HRD Serahkan Usulan Pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Sibigo Simeulue Kepada Menhub
Perang Iran tampaknya sedang memasuki tahap ketiga.
Selama berbulan-bulan, publik Amerika mendengar bahasa yang tidak menyisakan ruang bagi ambiguitas. Pemerintahan Trump tidak menjual perang ini sebagai operasi terbatas.
Mereka tidak berbicara tentang sekadar memberi pelajaran kepada Teheran. Mereka tidak berbicara tentang penundaan sementara program nuklir Iran.
Bahasa yang digunakan jauh lebih besar.
Penyerahan total.
Perubahan rezim.
Akhir ancaman nuklir Iran.
Tiga tujuan. Tiga janji. Tiga standar yang diumumkan sendiri oleh pihak yang memulai perang.
Baca juga: Sekda Gelar Pertemuan dengan Komisi II DPR RI, M Nasir: Otsus Aceh Harus 2,5 Persen
Kini gencatan senjata telah tiba. Debu mulai mengendap. Dan pertanyaan yang seharusnya diajukan bukanlah apakah Amerika Serikat menunjukkan kekuatan militernya. Tentu saja ia menunjukkan kekuatannya.
Tidak ada negara di dunia yang meragukan kemampuan militer Amerika Serikat.
| “Rebel” to “Ruler”: Refleksi dan Kontemplasi tentang Zaini Abdullah |
|
|---|
| Zaini Abdullah: Seorang Dokter yang Menyeberangi Sejarah |
|
|---|
| Ketimpangan Wilayah dan Sumber Daya: Akankah UTU Menjadi Transformator Barsela? |
|
|---|
| Tambang, Leuser, Perubahan Iklim: Undangan Tragedi Masa Depan Aceh |
|
|---|
| Menjelang 20 Bulan Prabowo Berkuasa: Apa Beda Sumitronomics dan Prabowonomics? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Prof-Humam-Hamid-20260411.jpg)