Fasilitas Publik

Mau Lihat Jembatan “Abu Nawas,” Datang ke Kembangtanjong

Pasalnya, jembatan dimaksud belum ada oprit atau kepala jembatan. Sehingga terlihat terputus. Bahkan, jalan menuju Gampong Pusong pun belum dibangun s

Mau Lihat Jembatan “Abu Nawas,” Datang ke Kembangtanjong
SERAMBINEWS.COM/ABDULLAH GANI
Jembatan yang menghubungkan Gampong Jeumerang dengan Gampong Pusong yang dibangun TA 2018 melalui dana hibah BNPB tahun 2017, hingga kini belum dapat dilintasi. 

Laporan Abdullah Gani I Pidie Jaya

SERAMBINEWS,COM.MEUREUDU - Sebuah jembatan kerangka baja yang lumayan bagus hadir di Kembangtanjong, Pidie.

Namun begitu jembatan yang menghubungkan Gampong Jeumerang dengan Gampong Pusong yang dibangun TA 2018 lalu melalui dana Hibbah BNPB tahun 2017, hingga kini belum dapat dilintasi.

Pasalnya, jembatan dimaksud belum ada oprit atau kepala jembatan. Sehingga terlihat terputus. Bahkan, jalan menuju Gampong Pusong pun belum dibangun sama sekali.

“Jembatan itu belum bisa dilintasi. Selain ujung jembatan belum ada jalan ke Pusong pun masih dalam mimpi,” sebut seorang warga.

Keberadaan bangunan tersebut layaknya disebut “jembatan Abu Nawas”.

Beberapa warga Ie Leuebeu menjawab Serambinews,com terpisah, Sabtu (31/8/2019) menyebutkan, kehadiran jembatan itu sangat penting sebagai akses antar gampong.

Tapi sayangnya, hingga sekarang belum rampung dibangun.

Baca: Galacticos Peusangan Raya Cukur RGB pada Laga Ujicoba Jelang Babak 12 Besar

Baca: Plt Gubernur Sebut Momentum 1 Muharram Berkaitan dengan Deklarasi Syariat Islam di Aceh

Baca: Fatih Bilingual School Banda Aceh Luncurkan Parent Club Program

Kedua sisi masih terputus sehingga jangankan kendaraan roda, jalan kaki saja tak bisa. Mereka berharap jembatan dimaksud dilanjutkan pembangunannya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, Dewan Ansari yang dikonfirmasi Serambinews,com membenarkan, jembatan dimaksud belum dapat dilalui. Jembatan itu dibangun semasa Kalag BPBD lama.

Maksudnya sebelum ia menjabab sebagai Kalag BPBD Pidie.

Makanya, jika ditanya secara mendetail termasuk besarnya anggaran secara pasti, Diwan mengaku tidak tahu sama sekali. Yang ia tahu, bahwa untuk tahap pertama melalui dana BNPB-APBN TA 2017 sebesar Rp 30 miliar lebih hanya begitu kondisi fisik yang dibangun.

Sementara kedua sisi jembatan atau oprit termasuk jalan, itu pekerjaan lanjutan yang akan ditangani daerah.

“Untuk pembangunan lanjutan, dananya dibebankan pada daerah,” imbuh Diwan Ansari.(*)

Penulis: Abdullah Gani
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved