Minggu, 10 Mei 2026

Cara Muslim Perangi Sampah, Menyulap Botol Plastik Bekas Jadi Perahu Layar

Muslim tergerak membuat perahu botol plastik bekas sebagai bentuk kampanye antisampah, t ujuannya agar keindahan gugusan Kepulauan Banyak

Tayang:
Editor: bakri
Serambi
Perahu layar botol plastik bekas minuman yang dibuat Muslim penduduk Pulau Banyak, Aceh Singkil. Foto direkam Jumat (6/9/2019). SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI 

Perahu layar terbuat dari botol plastik bekas minuman itu melaju pelan membelah riak ombak laut Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil, Minggu (8/9) siang. Di atasnya, Muslim (43) duduk santai memegang sebilah dayung mengatur arah haluan.

Perahu itu dibuat oleh Muslim penduduk Desa Pulau Balai, Kecamatan Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil. Pria yang sehari-hari sebagai pengantar wisatawan itu menyulap botol plastik menjadi perahu. Botol plastik ia kumpulkan dari pinggir pantai di sekitar Pulau Banyak.

Butuh ratusan botol plastik dan waktu sekitar tiga bulan untuk membuat perahu layar itu. Muslim juga menggunakan sekitar 15 karung sampah plastik bekas makanan untuk mengisi botol, juga menghias perahu miliknya. Agar bisa berlayar, perahu itu dipasang karung goni. Sebagai hiasan tali layar, dipasang potongan plastik bekas makanan cepat saji berbentuk segi tiga.

Muslim tergerak membuat perahu botol plastik bekas sebagai bentuk kampanye antisampah. Tujuannya agar keindahan gugusan Kepulauan Banyak tetap lestari sepanjang masa.

Agar dapat dinaiki, Muslim menggunakan susunan bambu sebesar lengan sebagai lantai perahu. Sementara botol dipasang di dinding dan bagian bawah perahu. Menambah keindahan, botol diisi busa berwarna putih serta plastik bekas dengan warna berbeda. "Bisa dinaikin, cuman arahnya sesuai tiupan angin," kata Muslim.

Ia pun dengan sukarela menunjukan atraksi naik perahu sampah buatannya ketika ada yang minta. Perahu berukuran 3 x 1,5 meter itu hanya bisa dinaiki seorang diri. Tapi kalau anak-anak, bisa menampung hingga tiga orang. 

Memang Muslim membuatnya, bukan untuk berlayar mengarungi lautan. Tapi lebih sebagai sarana kampanye, mengingatkan manusia akan pentingnya menjaga kebersihan laut dari sampah plastik di wilayahnya. "Saya membuatnya supaya sama-sama menjaga kebersihan," ujarnya.

Perahu buatan Muslim menjadi tontonan wisatawan. Bahkan pernah ada wisatawan Eropa, memintanya berlayar sekedar ingin menonton.

Harapan ayah empat anak ini, siapa saja yang datang ke Kepulauan Banyak, tidak membuang sampah sembarangan ke laut. Sebab selain merusak keindahan juga dapat mencemari laut. "Pulau Banyak ini yang dilihat keindahannya, kalau banyak sampah, indahnya akan hilang," ujar Muslim.

Gerakan menjaga kebersihan laut dari sampah di Kepulauan Banyak, terus digalakan seiring berkembangnya daerah itu menjadi tujuan wisata lokal dan asing. Hanya saja masih ada oknum tertentu buang sampah ke laut sembarangan.(dede rosadi)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved