Breaking News:

Polemik Pantai Mantak Tari

Emak-emak Perang Mulut dengan Polisi, Wartawan juga Disemprot

sebelum mereka membubarkan diri sambil marah-marah, para emak-emak tersebut sempat perang mulut dengan polisi.

SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NAZAR
Polisi masih melakukan pengamanan di lokasi kios dibakar di objek wisata Mantak Tari, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie, Minggu (8/9/2019). 

Tak lama, puluhan polisi tiba di lokasi sambil membawa pentungan dan gas air mata. Polisi lantas meminta massa agar tenang dan berhenti melakukan pengrusakan.

Saat itulah perang mulut terjadi. Meski demikian, massa akhirnya bersedia membubarkan diri walau sambil marah-marah. Mereka pergi melintasi pematang tambak.

Beberapa emak-emak yang coba ditanyai Serambinews.com menolak menjawab. Mereka justru meminta agar wartawan tidak perlu membuat berita soal kejadian tersebut karena yang mereka lakukan adalah mencegah terjadinya maksiat.

Pascaamuk massa, lokasi objek wisata Mantak Tari kini mennjadi pora-poranda dan bagai tak terurus.

Kapolres Pidie, AKBP Andy NS Siregar SIK, melalui Kapolsek Simpang Tiga, Iptu Mursal, kepada Serambinews.com, Minggu (8/9) menjelaskan, motif pengrusakan oleh massa yang didominasi para emak-emak itu karena tak ingin objek wisata Mantak Tari menjadi lokasi maksiat.

“Warga menilai, jika objek wisata Mantak Tiri dihidupkan, maka maksiat akan terjadi sehingga akan mengundang bencana,” ujar Kapolsek.

Namun menurut Iptu Mursal, tidak semua desa di Kecamatan Simpang Tiga setuju dengan penutupan pantai Mantak Tari.

Karena itu, untuk menghindari bentrok sesama warga, objek wisata tersebut telah dilakukan penutupan sementara.

Karenanya ia juga kaget tiba-tiba ratusan warga berdatangan dan melakukan pengrusakan. Total ada enam kios yang berhasil dirusak.

Kisah Panglima GAM Ishak Daud, Pernah Jemput Apa Karya dengan Speed Boat di Laut

Nggak Perlu Pegang HP, Ini Cara Kirim Pesan WhatsApp & Video Call Pakai Perintah Suara, Sudah Coba?

Viral Video Detik-detik Tumbangnya Crane Raksasa Diterjang Topan Dorian yang Mematikan

"Massa yang merusak enam kios itu berasal dari Gampong Kupula dan Meunasah Lhee, sementara yang membakar kios adalah OTK. Kasus pembakaran itu akan ditindaklanjuti polisi Reskrim Polres Pidie," pungkasnya.

Sebenanya lanjut Kapolsek Simpang Tiga ini, upaya menyelesaikan persoalan objek wisata Mantak Tari telah berulangkali dilakukan.

Rapat terakhir pada tanggal 3 September 2019 yang dilaksanakan oleh forum pengendali konflik dari kabupaten.

Rapat itu dihadiri enam keuchik, tokoh masyarakat, imum mukim, kepala Kesbangpol Pidie, Zulfikar, akademisi Umar Mahdi, dan Muspika Kecamatan Simpang Tiga.(*)

Penulis: Muhammad Nazar
Editor: Yocerizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved