Polemik Pantai Mantak Tari
Emak-emak Perang Mulut dengan Polisi, Wartawan juga Disemprot
sebelum mereka membubarkan diri sambil marah-marah, para emak-emak tersebut sempat perang mulut dengan polisi.
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Yocerizal
“Warga menilai, jika objek wisata Mantak Tiri dihidupkan, maka maksiat akan terjadi sehingga akan mengundang bencana,” ujar Kapolsek.
Namun menurut Iptu Mursal, tidak semua desa di Kecamatan Simpang Tiga setuju dengan penutupan pantai Mantak Tari.
Karena itu, untuk menghindari bentrok sesama warga, objek wisata tersebut telah dilakukan penutupan sementara.
Karenanya ia juga kaget tiba-tiba ratusan warga berdatangan dan melakukan pengrusakan. Total ada enam kios yang berhasil dirusak.
Kisah Panglima GAM Ishak Daud, Pernah Jemput Apa Karya dengan Speed Boat di Laut
Nggak Perlu Pegang HP, Ini Cara Kirim Pesan WhatsApp & Video Call Pakai Perintah Suara, Sudah Coba?
Viral Video Detik-detik Tumbangnya Crane Raksasa Diterjang Topan Dorian yang Mematikan
"Massa yang merusak enam kios itu berasal dari Gampong Kupula dan Meunasah Lhee, sementara yang membakar kios adalah OTK. Kasus pembakaran itu akan ditindaklanjuti polisi Reskrim Polres Pidie," pungkasnya.
Sebenanya lanjut Kapolsek Simpang Tiga ini, upaya menyelesaikan persoalan objek wisata Mantak Tari telah berulangkali dilakukan.
Rapat terakhir pada tanggal 3 September 2019 yang dilaksanakan oleh forum pengendali konflik dari kabupaten.
Rapat itu dihadiri enam keuchik, tokoh masyarakat, imum mukim, kepala Kesbangpol Pidie, Zulfikar, akademisi Umar Mahdi, dan Muspika Kecamatan Simpang Tiga.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ibu-ibu-bakar-kios-di-pantai-mantak-tari-pidie-hari-ini.jpg)