Berita Aceh Tamiang

BNN Aceh Soroti Vonis Rendah Bandar Narkoba di Aceh, di Penjara Pun Bisa Kendalikan Narkoba

"Tapi setelah jaksa menuntut tinggi, hukuman mati. Di pengadilan gak mati juga. Yang sudah vonis mati pun gak mati-mati,"

BNN Aceh Soroti Vonis Rendah Bandar Narkoba di Aceh, di Penjara Pun Bisa Kendalikan Narkoba
SERAMBI/RAHMAD WIGUNA
Kepala BNNP Brigjen Pol Faisal Abdul Naser saat menyampaikan ancaman bahaya narkoba di hadapi Forkopimda Aceh Tamang, Rabu (11/9/2019). Dia mengeluhkan sejumlah putusan pengadilan yang terlalu rendah menjatuhkan hukuman terhadap bandar narkoba. 

Dari dalam penjara pun para bandar masih bisa mengendalikan bisnis narkoba.

padahal dampak bahaya sabu-sabu cukup mengerikan karena satu kilogram merusak 4 ribu orang

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Badan Narkotika Nasional (BNN) menyoroti banyaknya vonis rendah terhadap bandar narkoba di Aceh.

Padahal komitmen untuk menjerat pelaku dengan ancaman maksimal sudah disepakati sebagai upaya efek jera.

Keluhan ini disampaikan Kepala BNN Provinsi Aceh Brigjen Pol Faisal Abdul Naser ketika mengimplementasikan Inpers Nomor 6/2018 di gedung DPRK Aceh Tamiang, Rabu (11/9/2019).

Baca: Pembunuh Purnawirawan TNI AD Berusaha Melawan Saat Ditangkap, Begini Kronologis Lengkapnya

Baca: 1,92 Ton Daun Ganja Kering Dimusnahkan di Galus, Ini Jumlah Tersangkanya

Baca: BNN Temukan 40.000 Batang Ganja di Gunung Seulawah Agam

Di hadapan Bupati Aceh Tamiang H Mursil, anggota dewan dan sejumlah pelajar, Faisal menegaskan kalau kejahatan narkoba, khususnya sabu-sabu di Aceh sudah sangat mengkhawatirkan.

Proses peredarannya pun dinilai terus berkembang, karena sudah memanfaatkan ponsel dan money changer.

Situasi ini disebutnya harus diatasi dengan semangat bersama dari seluruh elemen penegak hukum.

Baca: Ambisi PSLS Lhokseumawe Taklukkan Persidi Idi Sore Ini, Demi Tiga Poin Untuk Jaga Peluang Lolos

"Tapi setelah jaksa menuntut tinggi, hukuman mati. Di pengadilan gak mati juga. Yang sudah vonis mati pun gak mati-mati," sindir Faisal.

Rendahnya vonis ini diakuinya sebagai pemicu sulitnya memberantas narkoba.

Ini pula yang menyebabkan maraknya pengendalian narkoba dari balik jeruji.

Baca: Heboh Video Mesum Wanita dan Pria Sudah Berkeluarga Beredar, Diduga Ini Motif Video Panas Disebar

"Sudah di penjara pun masih bisa mengendalikan narkoba," ucapnya.

Faisal pun mendorong agar Pemkab dan DPRK Aceh Tamiang membuat regulasi yang bisa melindungi masyarakat, khususnya anak-anak dari bahaya narkoba.

Ditegaskannya lagi, dampak bahaya sabu-sabu cukup mengerikan karena satu kilogram merusak 4 ribu orang. (*)

Baca: Ular Anakonda dan Buaya Bertarung, Saling Lilit dan Gigit, Siapa yang Kalah?

Baca: Sempat Terjadi Debat Sengit, Jenderal TNI Ahmad Yani Bersimbah Darah Saat Dikepung Tentara Antek PKI

Baca: Fakta Wanita Tanpa Busana Naik Motor Keliling Kota, Gangguan Jiwa hingga Suka Mengamuk

Penulis: Rahmad Wiguna
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved