Pembunuhan

Dua Terdakwa Pembunuhan Anak Pakai Racun Tikus Dirantai saat ke Pengadilan, Ini Tuntutan Jaksa

Terdakwa dibawa menggunakan mobil oleh jaksa bersama dengan terdakwa kasus lainnya diborgol pakai rantai.

Dua Terdakwa Pembunuhan Anak Pakai Racun Tikus Dirantai saat ke Pengadilan, Ini Tuntutan Jaksa
SERAMBINEWS.COM/JAFARUDDIN
Dua terdakwa kasus pembunuhan dengan menggunakan racun tikus menjalani sidang di Pengadilan Negeri Lhoksukon, Aceh Utara, Rabu (11/9/2019). 

Dua Terdakwa Pembunuhan Anak Pakai Racun Tikus Dirantai saat ke Pengadilan, Ini Tuntutan Jaksa

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Lhoksukon, Aceh Utara Rabu (11/9/2019) menggelar sidang lanjutan kasus pembunuhan seorang pemuda menggunakan racun tikus dengan agenda tuntutan.

Kasus pembunuhan M Amin alias Bambang (26), pemuda berkebutuhan khusus asal Desa Pante Baro Glee Siblah Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Bireuen menyeret dua terdakwa.

Terdakwa pertama Zulisupandi alias Om Pandi (54), ayah angkat yang menyuruh membunuh Amin dengan menggunakan racun tikus.

Sedangkan terdakwa kedua Suryadi alias Isur (42) warga Desa Pekan Gegang Kecamatan Gebang Kabupaten Langkat, Medan yang meracuni korban.

Sidang kasus itu dipimpin Latiful didampingi dua hakim anggota Arnaini dan Maimunsyah.

Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dihadiri M Daud Siregar SH.

Baca: Terungkap Dalam Sidang, Begini Reaksi Ayah Bunuh Anak Pakai Racun Tikus Ketika Datang Polisi

Baca: Kasus Ayah Bunuh Anak Pakai Racun Tikus, Ini Keterangan Istri Terdakwa di Pengadilan Lhoksukon

Baca: Ini Fakta Baru yang Terungkap dalam Sidang Kasus Pria Bunuh Istri dan Dua Anaknya

Terdakwa dibawa menggunakan mobil oleh jaksa bersama dengan terdakwa kasus lainnya diborgol pakai rantai.

Tak lama setelah dititipkan di sel PN Lhoksukon, kemudian terdakwa dibawa ke ruang sidang, yang didampingi dua pengacaranya Taufik M Noer dan Abdullah Sani Angkat.

Menurut Jaksa perbuatan kedua terdakwa melanggar Pasal 340 KUHPidana Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KHUP.

Karena itu, jaksa meminta hakim untuk menghukum terdakwa, masing-masing 20 tahun penjara.

Atas tuntutan tersebut pengacara terdakwa akan mengajukan pembelaan dalam sidang lanjutan kasus tersebut, Rabu (18/9/2019).

Lihat videonya di bawah ini:

Penulis: Jafaruddin
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved